Daerah

Wali Kota Aminuddin Antar Kota Probolinggo Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik III Nasional

×

Wali Kota Aminuddin Antar Kota Probolinggo Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik III Nasional

Sebarkan artikel ini
Walikota Probolinggo dr. Aminuddin (Foto : Suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com-Komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi kembali membuahkan hasil. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, Kota Probolinggo berhasil meraih penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik III Tingkat Nasional Tahun 2026 untuk Regional Jawa-Bali dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan tersebut disertai dana insentif sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan daerah dalam menjaga kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Prestasi tersebut disyukuri melalui kegiatan tasyakuran yang digelar di Command Center Kota Probolinggo, Senin (08/06/2026), setelah Pemerintah Kota Probolinggo mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama Kemendagri secara virtual.

Wali Kota Aminuddin menyampaikan bahwa penghargaan yang diterima bukan hanya menjadi kebanggaan pemerintah daerah, melainkan juga hasil kerja bersama seluruh elemen yang selama ini terlibat dalam pengendalian inflasi.

Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Forkopimda, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, TNI, Polri, instansi vertikal, serta berbagai pihak yang terus berkolaborasi menjaga stabilitas harga di Kota Probolinggo.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras dan kebersamaan semua pihak. Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Aminuddin.

Ia menjelaskan, penilaian yang dilakukan Kemendagri tidak hanya berfokus pada capaian angka inflasi semata. Respons pemerintah daerah dalam menghadapi kenaikan harga, pelaksanaan operasi pasar, pasar murah, keaktifan mengikuti rapat koordinasi, hingga inovasi yang dihadirkan juga menjadi bagian dari indikator penilaian.

BACA JUGA :  Lantik 6 Kepala Puskesmas, Ning Ita Tegaskan Layanan Kesehatan Tetap Prima di Tengah Keterbatasan Fiskal

Aminuddin menyebut berbagai program yang telah dijalankan Pemerintah Kota Probolinggo menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan tersebut. Program-program itu antara lain operasi pasar, pasar murah, Warung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), hingga inovasi Kopi Siaga atau Toko Pengendali Inflasi Harga.

Menurutnya, seluruh program tersebut dirancang untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga kestabilan pasokan barang di pasaran.

“Yang dinilai bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga. Karena itu kami terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pengendalian inflasi,” katanya.

Lebih lanjut, Aminuddin menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Probolinggo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat program-program yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa sejumlah daerah mulai menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari strategi pengendalian inflasi yang diterapkan Kota Probolinggo.

“Keberhasilan ini harus dipertahankan. Kami ingin Kota Probolinggo terus menjadi contoh dalam pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi daerah,” tuturnya.

Dalam kegiatan tasyakuran tersebut, Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas capaian yang berhasil diraih. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo, Slamet Swantoro.

BACA JUGA :  Empat Fraksi DPRD Kabupaten Blitar Desak Bupati Bubarkan TP2ID

Sementara itu, Kepala DKUP Slamet Swantoro menjelaskan bahwa salah satu program unggulan yang selama ini menjadi instrumen pengendalian inflasi adalah pelaksanaan pasar murah melalui Warung TPID yang rutin digelar setiap pekan.

Menurutnya, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP, beras premium, minyak goreng, dan komoditas penting lainnya dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.

“Warung TPID menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia,” kata Slamet.

Ia menambahkan, dana insentif sebesar Rp1 miliar yang diterima Kota Probolinggo nantinya akan dibahas bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk mendukung berbagai program strategis yang berkaitan dengan pengendalian inflasi.

Dengan penghargaan tersebut, Kota Probolinggo semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah di Jawa-Bali yang dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui berbagai inovasi dan langkah konkret yang berpihak kepada masyarakat.

Versi ini lebih menonjolkan peran dan kepemimpinan Wali Kota Aminuddin sebagai tokoh utama dalam keberhasilan Kota Probolinggo meraih penghargaan pengendalian inflasi tingkat nasional.