Daerah

Sekda Gresik Lepas 1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas

×

Sekda Gresik Lepas 1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman secara resmi melepas 1.095 petugas sensus ekonomi 2026. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

 

Gresik, Sekilasmedia.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, secara resmi melepas 1.095 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan bertugas melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. Pelepasan berlangsung di Hotel Aston Gresik, Minggu (14/6/2026).

Sebanyak 1.095 petugas tersebut dijadwalkan melaksanakan pendataan lapangan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Washil menegaskan
bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk menyediakan data dasar berbagai aktivitas ekonomi di Indonesia. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

” Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan pembangunan ekonomi di masa mendatang,” ujarnya.

Menurut Washil, hasil sensus akan memberikan dampak strategis bagi berbagai sektor, mulai dari penguatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Kabupaten Gresik, pelaksanaan Sensus Ekonomi dinilai memiliki arti penting mengingat daerah tersebut merupakan salah satu pusat industri dan simpul perekonomian di Jawa Timur. Karena itu, diperlukan data ekonomi yang akurat untuk mendukung arah pembangunan menuju visi Gresik Emas Mendunia.

BACA JUGA :  Gara-Gara Ada Isu Hoax Soal Corona, Pasar Paiton dan Kotaanyar Sepi Pengunjung

” Kabupaten Gresik merupakan pusat industri, jasa, perdagangan, dan logistik di Jawa Timur. Karena itu, sensus ini penting untuk memetakan karakteristik ekonomi daerah secara lebih tepat,” kata Washil.

Ia menambahkan, keberadaan sejumlah kawasan industri strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kawasan Industri Maspion, serta Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) menjadi potensi besar yang perlu didukung dengan data ekonomi yang valid dan komprehensif. Selain itu, sektor UMKM, perdagangan, maritim, dan ekonomi kreatif juga perlu dipetakan secara menyeluruh.

Kepada para petugas sensus, Washil berpesan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi integritas. Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kinerja petugas di lapangan.

” Laksanakan tugas dengan profesional, jujur, objektif, dan disiplin. Jaga sikap santun saat berinteraksi dengan masyarakat karena kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan pendataan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Gresik, lanjut Washil, siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui berbagai upaya sosialisasi. Edukasi kepada masyarakat telah dilakukan melalui media sosial, podcast, majalah elektronik, situs resmi pemerintah daerah, hingga koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan.

BACA JUGA :  Polresta Sidoarjo Gelar Gladi, Harlah Satu Abad NU

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik, Indriya Purwaningsih, menyebut Sensus Ekonomi 2026 sebagai pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap yang dilaksanakan setiap satu dekade.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh desain metodologi maupun teknologi yang digunakan, tetapi juga bergantung pada kualitas kerja petugas di lapangan.

” Keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh desain metodologi maupun teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas kerja para petugas di lapangan,” ujarnya.

Indriya menjelaskan, para petugas akan melakukan pendataan secara door to door terhadap berbagai jenis usaha di wilayah tugas masing-masing. Ia meminta seluruh petugas menerapkan materi yang telah diperoleh selama pelatihan serta mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan.

” Kualitas data yang dihasilkan sangat bergantung pada dedikasi dan profesionalisme petugas di lapangan,” katanya.

Pada akhir acara, Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman secara simbolis melepas 1.095 petugas Sensus Ekonomi 2026 dengan memasangkan rompi sensus kepada perwakilan petugas sebagai tanda dimulainya pelaksanaan pendataan di lapangan.

Penulis : Rudi
Editor. : Erik