Bondowoso,Sekilasmedia.com – Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid mengapresiasi program penyaluran 1.000 stel seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Bondowoso pada Rabu (17/6/2026).
Menurut Bupati, program tersebut menjadi bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara amanah mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam sambutannya, Hamid Wahid menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut. Ia menilai bantuan seragam sekolah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar siswa, tetapi juga menjadi bentuk investasi sosial untuk masa depan generasi muda Bondowoso.
“Ini bukan sekadar bantuan seragam sekolah, tetapi bentuk kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak kita tetap memiliki semangat belajar dan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan,” ujarnya.
Hamid menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu sektor penting yang harus terus mendapat perhatian. Karena itu, berbagai program sosial yang menyasar kebutuhan pendidikan perlu diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan BAZNAS memiliki peran strategis dalam menjembatani kepedulian masyarakat melalui pengelolaan dana zakat yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
Ia juga mengapresiasi konsistensi BAZNAS Bondowoso dalam menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.
“Semakin besar dana zakat yang berhasil dihimpun, maka semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh ASN, pelaku usaha, dan masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen sosial yang mampu membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain mengajak masyarakat untuk berzakat, Hamid juga mengingatkan pentingnya pengelolaan dana umat yang profesional, transparan, dan akuntabel agar kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat terus meningkat.
Kepada para siswa penerima bantuan, ia berpesan agar memanfaatkan bantuan tersebut sebagai motivasi untuk belajar lebih giat dan terus berusaha meraih cita-cita setinggi mungkin.
“Jangan pernah menyerah karena keterbatasan ekonomi. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh karena masa depan ditentukan oleh usaha dan semangat yang kalian miliki hari ini,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Hamid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat pada masa yang akan datang.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kemampuan pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan kesejahteraan bersama melalui semangat berbagi dan saling membantu.






