Daerah

Harganas ke-33, 82 Akseptor MOW di Bondowoso Ikuti Pelayanan KB Gratis

×

Harganas ke-33, 82 Akseptor MOW di Bondowoso Ikuti Pelayanan KB Gratis

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M., bersama Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. Mohammad Imron, M.M.Kes. saat di konfirmasi oleh awak media (Foto: SekilasMedia Bondowoso)

Bondowoso,Sekilasmedia.com-Sebanyak 82 akseptor mengikuti kegiatan Bakti Sosial Pelayanan Keluarga Berencana Metode Operasi Wanita (MOW) Tahun 2026 yang digelar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M., mengatakan Kabupaten Bondowoso berhasil memenuhi target pelayanan MOW yang ditetapkan pada tahun 2026.

“Di Kabupaten Bondowoso ini ada target untuk pelayanan KB sejumlah 3.500-an. Hari ini target untuk MOW di Kabupaten Bondowoso 70, ditambah ada tambahan sehingga total menjadi 82. Berarti Kabupaten Bondowoso sudah tercapai 100 persen untuk target MOW,” ujarnya.

Menurut Shodiqin, tingginya animo masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran keluarga dalam mengikuti program keluarga berencana.

Ia menjelaskan, jumlah peserta MOW tahun ini sebenarnya mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun hal tersebut bukan disebabkan berkurangnya minat masyarakat, melainkan adanya penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat.

“Terkait jumlah kenapanya 82, memang ini secara nasional karena kondisi anggaran APBN berkurang. Secara nasional dikurangi sekitar 50 persen. Dulu sekitar 125, hari ini 82 dan semuanya bisa terserap,” katanya.

Shodiqin mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menyukseskan program tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK, Ibu Wakil Bupati, Kepala Dinas bersama tim dan tenaga medis yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap pelayanan KB di Kabupaten Bondowoso,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Blitar Bersama Menteri Pertanian RI Tanam Jagung di Ponggok

Ia menambahkan, peserta yang belum terlayani masih dapat menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang lainnya seperti IUD maupun implan.

“Kalau MOW belum tersedia, bisa mengikuti IUD atau implan yang juga merupakan kontrasepsi jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, MOW diperuntukkan bagi pasangan yang telah mantap untuk tidak memiliki anak lagi dan harus mendapatkan persetujuan dari suami serta melalui proses pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. Mohammad Imron, M.M.Kes., mengatakan jumlah peserta tahun ini sebenarnya masih jauh di bawah jumlah peminat yang telah mendaftar.

“Kita mempersiapkan 82 akseptor atau peserta yang kita lakukan MOW. Dibanding tahun kemarin memang ada penurunan jumlah, tetapi bukan karena animonya berkurang. Kita ditarget 70, kemudian mendapat tambahan dari provinsi menjadi 82 peserta,” katanya.

Menurut Imron, jumlah peminat program MOW di Bondowoso mencapai sekitar 300 orang.

“Kalau peminat banyak, sebetulnya lebih dari 82. Kita ada sekitar 300 orang. Cuma karena target tahun ini hanya 82 sehingga dibatasi sampai di situ,” ujarnya.

Ia menjelaskan seluruh peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bondowoso dan telah melalui proses seleksi kesehatan yang ketat.

“Peserta berasal dari seluruh kecamatan di Bondowoso. Kita lakukan screening melalui 25 puskesmas yang ada untuk memastikan tidak ada penyakit penyerta dan memenuhi syarat kesehatan,” jelasnya.

Menurut Imron, program MOW merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga.

“Kita ingin keluarga menjadi lebih berkualitas dan anak-anak yang dilahirkan juga berkualitas. Karena itu program keluarga berencana menjadi salah satu ikhtiar pemerintah,” katanya.

BACA JUGA :  Jika Rekom Tak Diberikan Kader Sendiri, Massa Aksi Para Kader Ancam Akan Baikot dan Keluar dari Partai Gerindra

Selain MOW, pihaknya juga menyiapkan program Medis Operatif Pria (MOP) atau vasektomi dengan target 10 peserta pada tahun ini.

“Nanti akan kita laksanakan tersendiri dan kemungkinan dilaksanakan di puskesmas dengan tenaga operator yang sudah disiapkan,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moch. Jasin, M.Kes., mengatakan RSUD dr. Koesnadi bertugas menyiapkan sarana dan prasarana penunjang selama pelaksanaan pelayanan berlangsung.

“Kami menyiapkan mulai dari pendaftaran pasien, ruang tunggu, kamar operasi sampai ruang pasca operasi,” ujarnya.

Menurutnya, tenda yang disiapkan di area rumah sakit bukan karena keterbatasan fasilitas, melainkan untuk mendukung proses observasi peserta pasca operasi.

“Setelah operasi mereka membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk observasi. Jika ruang aula penuh maka kita siapkan ruang tambahan di luar,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk personel TNI dari Yonif 514 yang setiap tahun membantu pelaksanaan kegiatan.

“TNI selama ini selalu terlibat, termasuk membantu penyediaan tempat tidur dan dukungan lainnya,” ujarnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso, Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, A.P., S.Ag., M.MPub., M.Si., menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang ingin mengikuti program MOW namun terkendala biaya.

“Alhamdulillah ini perhatian yang luar biasa kepada pasangan-pasangan yang memilih mengikuti program steril dengan kesadaran penuh. Kita membantu memfasilitasi sehingga masyarakat yang menginginkan layanan seperti ini dapat terlayani tanpa biaya,” katanya.

Ia berharap pelayanan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh akses terhadap layanan keluarga berencana secara aman, nyaman, dan berkualitas.