POLISIKU

Kedatangan Kapolres, Jadi Rebutan Selfie Mahasiswa Universitas Terbuka Jember

×

Kedatangan Kapolres, Jadi Rebutan Selfie Mahasiswa Universitas Terbuka Jember

Sebarkan artikel ini
Kedatangan Kapolres, Jadi Rebutan Selfie Mahasiswa Universitas Terbuka Jember
Foto Kedatangan Kapolres, Jadi Rebutan Selfie Mahasiswa Universitas Terbuka Jember
Kedatangan Kapolres, Jadi Rebutan Selfie Mahasiswa Universitas Terbuka Jember
Foto Kedatangan Kapolres, Jadi Rebutan Selfie Mahasiswa Universitas Terbuka Jember

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Dalam Rangka pembukaan tahun ajaran baru, Universitas terbuka Kabupaten Jember cabang kabupaten Lumajang mengundang Kapolres Lumajang memberikan kuliah umum. Rabu (11/09/2019).

Setelah menyampaikan materi tentang kebhinekaan, para mahasiswa langsung berebutan untuk berselfi dengan Kapolres Lumajang.

Kehadiran Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban SH.SIK.MM.MH. menjadi magnet tersendiri bagi 500 mahasiswa yang mengikuti acara tersebut, kehadirannya langsung di sambut bagaikan hadirnya artis idola mereka.

BACA JUGA :  Polres Mojokerto Siapkan Pengamanan Lebaran, Apel Operasi Ketupat Semeru 2026 Digelar

Kapolres memang saat ini menjadi idola baru di kalangan Masyarakat Lumajang, karena kemampuannya menghilangkan ‘fear of crime’ Masyarakat Lumajang akan tindak kriminalitas.

Tak heran Banyak Masyarakat yang berebut berselfie. Kapolres Arsal yang dikenal luwes menghampiri satu persatu mahasiwa yang memintanya berselfie dan tak dan canggung menggunakan HP mahasiswa yang memintanya berselfie.

Dalam materi yang disampaikannya Kapolres Lumajang AKBP. DR. Muhammad Arsal Sahban SH. SIK. MM. MH. yang juga putra daerah Makassar menjelaskan

BACA JUGA :  Kapolres Asahan AKBP Afdhal Junaidi Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Hasil Tangkapan Januari sampai April 2025.

“Dengan adanya pengetahuan tentang Kebhinekaan ini, saya harap para mahasiswa bisa merawat persatuan dan kesatuan bangsa. bila kita ingin Negara Indonesia tetap utuh,maka kedepankanlah persamaan – persamaan kita, kedepankan hal-hal yang baik. tapi bila sebaliknya yang di ekploitasi perbedaan – perbedaan maka potensi pecah pasti tinggi.

Makanya jangan meng eksploitasi masalah perbedaan suku, ras, maupun agama karena sangat berpotensi mengganggu persatuan dan kesatuan” ujar Arsal yang juga merupakan Alumnus S3 Unpad Bandung. (Shelor)