Daerah

Biang Kerok Macet Menuju Pelabuhan Gilimanuk, Cuaca Buruk dan Keterbatasan Kapasitas Infrastruktur Pelabuhan

×

Biang Kerok Macet Menuju Pelabuhan Gilimanuk, Cuaca Buruk dan Keterbatasan Kapasitas Infrastruktur Pelabuhan

Sebarkan artikel ini
Foto: sejumlah kendaraan numpuk di area Pelabuhan Gilimanuk, Bali (sekilasmedia.com/soni)

Jembrana,Sekilasmedia.com-Kemacetan ekstrim arus lalu lintas dari arah Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk masih belum terurai dan mengular panjang hingga Gelung Kori atau hampir 2 kilometer, pada Kamis (25/6/2026.

Antrean kendaraan didominasi truk truk logistik ukuran besar, bus pariwisata serta kendaraan pribadi. Kondisi itu diperparah dengan cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali. Dimana arus bawah laut yang kacang membuat sejumlah kapal di Pelabuhan LCM juga tidak bisa sandar.

Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian menjelaskan, kemacetan ini sudah berlangsung sejak Sabtu 21 Juni 2026. Ada dua faktor utama yang memperparah situasi di lapangan, yakni faktor alam arus laut yang kuat dan angin kencang di Selat Bali.

“Dua faktor alam ini mengganggu pola operasional penyebrangan. Demi keselamatan kami terpaksa menyusuaikan bongkar muat kapal,” ucapnya.

BACA JUGA :  Bimtek Ormas Purwakarta 2025: Perkuat Peran dan Sinergi Organisasi Kemasyarakatan

Bersamaan dengan itu kata Felfian, juga terjadi lonjakan kendaraan sangat signifikan akibat masa libur sekolah. Untuk mengatasi penumpukan kendaraan, ASDP telah mengoperasikan sejumlah langkah mitigasi cepat dengan menambah armada.

“Untuk mempercepat proses penyebrangan kami mengerahkan satu unit kapal bantuan jenis LCM, dengan skema full tiba-bongkar-berangkat (TBB),” tandasnya.

Senada juga juga di sampaikan General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah, cuaca buruk kerap terjadi sehingga membuat kepadatan antrean terus terjadi. ASDP memprediksi potensi lonjakan kendaraan masih memungkinkan terjadi.

“Kita juga mengantisipasi kedatangan bus pariwisata dan travel yang berdatangan. Peningkatan volume kita prediksi masih terus terjadi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo menegaskan, bahwa masalah kemacetan ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas infrastruktur pelabuhan dan dermaga yang tidak mampu menampung jumlah kapal yang beroperasi secara efektif.

BACA JUGA :  Ngontel Bareng Mas Bup Wujudkan Kadiri Guyub Rukun Wujudkan Kearifan Lokal

Saat ini terdapat 56 kapal yang memiliki izin dan siap melayani lintas penyebrangan Ketapang-Gilimanuk. Namun dari jumlah itu kapasitas dermaga hanya mampu mengakomodasi 28 kapal untuk beroperasi secara efektif dalam satu sIklus pelayanan.

“Artinya, 28 kapal lainnya harus menunggu giliran sebagai kapal cadangan. Yang menjadi masalah utama macet ini adalah keterbatasan kapasitas pelabuhan dan dermaga, bukan yang lain,” tegasnya.

Khoiri menambahkan, keterbatasan dermaga membuat jumlah kendaraan logistik, bus dan kendaraan pribadi tidak bisa dilayani dengan cepat. Karena itu pembangunan infrastruktur penyebrangan nasional perlu menjadi perhatian bersama untuk mengatasi masalah ini secara mendasar.

“Kami telah mengusulkan percepatan pengembangan lintas Ketapang-Gilimanuk melalui berbagai langkah strategis termasuk pembangunan dermaga baru dan perluasan kapasitas pelabuhan,” tandasnya.