PALEMBANG, Sekilasmedia.com-
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) bersama sejumlah instansi terkait menggelar kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, pada Selasa (30/6/2026). Agenda strategis ini ditujukan untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan cinta tanah air bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar, perangkat desa, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan serangkaian materi dari narasumber ahli yang membahas tantangan kontemporer dalam menjaga keutuhan bangsa. Acara dibuka dengan paparan mengenai peran kearifan lokal sebagai benteng pertahanan ideologi. Andi Wijaya, S.T., Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa pada Badan Kesbangpol Kota Palembang, menekankan urgensi menggali nilai-nilai lokal Palembang untuk menangkal pengaruh ideologi asing.
Sesi berikutnya membahas isu keamanan yang lebih spesifik, yaitu pencegahan radikalisme dan terorisme. Materi ini disampaikan oleh Andi Anugraha Sanjaya, S.T., Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Selatan. Ia menyoroti bahwa ancaman laten terhadap kerukunan umat beragama dan stabilitas nasional masih menjadi perhatian serius yang memerlukan kewaspadaan kolektif.
Menanggapi dinamika zaman, sesi ketiga mengangkat topik peran media dalam menghadapi tantangan disintegrasi bangsa di era digital. Cevi Nugraha, Kotim Bakohumas sekaligus Pranata Humas Ahli Muda, memaparkan pentingnya literasi digital. Menurutnya, penggunaan media yang bijak merupakan alat efektif untuk membangun kontra-narasi terhadap isu-isu pemecah belah dan hoaks yang beredar di ruang siber.
Puncak acara ditandai dengan arahan dari Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han., Kepala Pusat Bela Negara, Badan Cadangan Nasional, Kemenhan RI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bela negara bukan sekadar tugas militer, melainkan tanggung jawab moral setiap warga negara dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai evaluasi pemahaman peserta, kegiatan diakhiri dengan sesi post-test selama 10 menit yang dipimpin oleh Drs. H.M. Yamin, M.Si. Rangkaian acara Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara Tahun Anggaran 2026 ini ditutup secara resmi dengan penghormatan lagu “Bagimu Negeri” yang dinyanyikan bersama oleh seluruh hadirin.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat melahirkan agen-agen perubahan di tingkat akar rumput (grassroots) yang mampu mengamalkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari ancaman non-militer seperti radikalisme dan disinformasi digital. ( Lin)






