Daerah

UM Kembangkan Media Virtual Reality untuk Pembelajaran Geografi Lingkungan, Hadirkan Pengalaman Belajar Imersif

×

UM Kembangkan Media Virtual Reality untuk Pembelajaran Geografi Lingkungan, Hadirkan Pengalaman Belajar Imersif

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Universitas Negeri Malang saat menempuh mata kuliah Geografi Lingkungan menggunakan perangkat Virtual Reality (foto Basuki)

Malang,Sekilasmedia.com-Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat transformasi pembelajaran berbasis teknologi dengan mengembangkan media Virtual Reality (VR) pada mata kuliah Geografi Lingkungan. Inovasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan mendekati kondisi nyata melalui simulasi lingkungan digital.

Pengembangan media VR dipimpin dosen Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial UM, Dr. Novika Adi Wibowo, S.Pd., M.Pd., bersama tim peneliti yang terdiri atas Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., Sigit Wibowo, S.Pd., M.Pd., Dr. Waode Yunia Silviariza, S.Pd., M.Pd., mahasiswa pendukung penelitian, mitra pengembang, serta peneliti dari Griffith University, Australia.

Melalui teknologi tersebut, mahasiswa dapat memasuki lingkungan virtual yang merepresentasikan berbagai kondisi ekologis. Di dalamnya, mereka tidak hanya mengamati objek dan fenomena lingkungan, tetapi juga menelusuri informasi serta memahami hubungan antara aktivitas manusia dengan perubahan kondisi lingkungan secara lebih komprehensif.

Media Virtual Reality ini dikembangkan dengan mengintegrasikan pendekatan pembelajaran kontekstual dan instructional guided dari dosen. Konsep tersebut memungkinkan mahasiswa belajar melalui pengalaman eksploratif, sekaligus memperoleh arahan sistematis selama proses pembelajaran berlangsung.

Dalam lingkungan virtual, mahasiswa dibimbing untuk merencanakan proses belajar, memantau pemahaman, hingga mengevaluasi hasil pembelajaran secara mandiri. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus kemampuan berpikir kritis terhadap persoalan lingkungan.

BACA JUGA :  Guna Meningkatkan Sinergitas Dengan Media, Polres Jombang Gelar Piramida

Sebagai bagian dari tahap pengembangan, tim peneliti telah melakukan uji coba media kepada mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Geografi Lingkungan di UM. Selama uji coba, mahasiswa menggunakan perangkat Virtual Reality untuk menjelajahi lingkungan digital, mengikuti alur pembelajaran, berinteraksi dengan objek virtual, hingga merasakan pengalaman yang menyerupai observasi lapangan dalam format digital.

Proses uji coba menjadi tahapan penting untuk mengevaluasi efektivitas media, mulai dari kenyamanan penggunaan perangkat, kemudahan navigasi, kualitas visual, hingga respons mahasiswa saat berinteraksi dengan lingkungan virtual. Berbagai masukan yang diperoleh menjadi dasar penyempurnaan agar media semakin adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran.

Ketua tim peneliti, Dr. Novika Adi Wibowo, mengatakan pengembangan media tersebut dilatarbelakangi kebutuhan menghadirkan pembelajaran Geografi Lingkungan yang lebih dekat dengan realitas ekologis.

“Pembelajaran Geografi Lingkungan perlu menghadirkan pengalaman yang membuat mahasiswa dapat mengamati, mengeksplorasi, dan memahami fenomena ekologis secara lebih nyata. Melalui Virtual Reality, ruang kelas dapat diperluas menjadi lingkungan belajar imersif yang memungkinkan mahasiswa masuk ke dalam situasi lingkungan dan belajar melalui pengalaman,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Mojokero Dorong Bawang Putih Bumi Majapahit Bisa Tunjang Kebutuhan Nasional

Menurutnya, Virtual Reality tidak hanya berfungsi sebagai media visual, tetapi menjadi ruang belajar yang mengintegrasikan pengalaman, eksplorasi, interaksi, dan refleksi dalam satu kesatuan proses pembelajaran. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu memperkaya strategi pengajaran dosen sekaligus memberikan pengalaman belajar baru bagi mahasiswa dalam memahami berbagai isu lingkungan.

Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, media Virtual Reality juga dinilai menjadi solusi alternatif ketika kegiatan observasi lapangan menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan waktu, biaya, lokasi, kondisi cuaca, maupun akses menuju kawasan tertentu. Melalui simulasi digital yang dirancang secara realistis, mahasiswa tetap dapat memperoleh pengalaman belajar yang mendekati kondisi lapangan.

Pengembangan media ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendorong inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis teknologi, serta tujuan ke-13 tentang aksi terhadap perubahan iklim (Climate Action) dengan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan secara kontekstual dan bertanggung jawab.