Gresik,Sekilasmedia.com – Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Sosialisasi dan Pembinaan Peningkatan Kualitas Penyusunan APBD terkait ketepatan perencanaan dan penganggaran bagi seluruh perangkat daerah di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas penyusunan APBD agar lebih tepat sasaran, efektif, transparan, dan akuntabel.
Untuk menyamakan persepsi dalam penyusunan anggaran, Pemkab Gresik menghadirkan narasumber dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, serta dihadiri Inspektur Kabupaten Gresik Achmad Hadi, Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik Andhy Hendro Wijaya, para sekretaris perangkat daerah, kepala bagian, dan pejabat terkait.
Dalam sambutannya, Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman menegaskan bahwa perencanaan yang matang merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang sehat. Menurutnya, penyusunan APBD tidak boleh sekadar memenuhi ketentuan administratif, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung prioritas pembangunan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Washil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Gresik atas keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk ke-11 kalinya.
” Capaian WTP ini adalah hasil kerja keras kita bersama. Prestasi ini harus kita jaga dengan terus memaksimalkan tata kelola keuangan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 menghadapi sejumlah tantangan dan penyesuaian kebijakan, mulai dari pemenuhan mandatory spending, pembenahan mekanisme pokok pikiran (pokir) DPRD, penyaluran hibah dan bantuan sosial, hingga penerapan regulasi terbaru. Karena itu, setiap usulan program harus selaras dengan prioritas daerah, menggunakan nomenklatur yang sesuai dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), serta dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Washil meminta seluruh perangkat daerah lebih cermat dalam menganggarkan barang milik daerah agar tidak menimbulkan temuan pada pemeriksaan di kemudian hari.
” Anggaran yang tepat itu artinya setiap rupiah yang keluar harus efisien, akuntabel, dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemeriksaan Jatim I BPK Perwakilan Jawa Timur, Agvita Windiadi, mengingatkan agar penyusunan anggaran tidak dilakukan dengan menyalin program tahun sebelumnya tanpa evaluasi.
” Jangan hanya copy-paste dari anggaran tahun lalu. Setiap program harus dievaluasi, disesuaikan dengan kebutuhan riil, dan memiliki target hasil yang jelas agar anggaran tidak terbuang sia-sia,” katanya.
Agvita juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara belanja daerah dan kemampuan pendapatan. Menurutnya, pengelolaan kas yang sehat akan mencegah pemerintah daerah mengalami permasalahan keuangan, termasuk potensi utang kepada pihak ketiga akibat belanja yang melebihi kemampuan pendapatan.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap seluruh perangkat daerah semakin tertib administrasi, taat terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mampu menyusun APBD yang berkualitas untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.






