Daerah

MUI Gresik Latih Petugas Bimroh, Perkuat Layanan Spiritual di RS Petrokimia

×

MUI Gresik Latih Petugas Bimroh, Perkuat Layanan Spiritual di RS Petrokimia

Sebarkan artikel ini
Ketua MUI Gresik KH.Ainur Rofiq Thoyyib bersama pengurus lainnya sedang memberikan paparan terkait tenaga pendamping mental spiritual di RS Petrokimia Gresik. (Foto: istimewa)

 

Gresik, Sekilasmedia.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik mulai menyiapkan petugas pendamping mental spiritual (bimbingan rohani/bimroh) yang akan bertugas memberikan layanan pendampingan bagi pasien dan tenaga medis di RS Petrokimia Gresik.

Sebagai tahap awal, MUI Kabupaten Gresik menggelar pelatihan bagi calon petugas bimroh di Ruang Rapat Kantor MUI Kabupaten Gresik, Sabtu (11/7/2026). Pelatihan tersebut membekali peserta dengan kemampuan memberikan penguatan spiritual, membimbing pelaksanaan ibadah, serta mendampingi pasien sesuai tuntunan syariat Islam.

Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, mengatakan program tersebut merupakan ikhtiar menghadirkan layanan pendampingan mental spiritual yang diharapkan memberi manfaat bagi pasien, tenaga medis, maupun pihak rumah sakit.

” Alhamdulillah kita diberi kesempatan untuk melakukan pendampingan mental spiritual di RS Petrokimia. Semoga apa yang kita rencanakan bisa berjalan sukses dan kita semua mampu menjaga nama baik lembaga sebagai lembaga ulama,” ujarnya.

Menurut KH. Ainur Rofiq, salah satu tugas utama petugas pendamping adalah mengingatkan pasien agar tetap melaksanakan salat sesuai kondisi kesehatannya.

BACA JUGA :  ULB Raih Peringkat 8 Kampus Terbaik di Sumatera Utara Versi Webometrics 2026: Sebuah Lompatan Besar

” Salat adalah ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Dalam kondisi sakit pun tetap dapat dilaksanakan sesuai ketentuan syariat, termasuk dengan salat li hurmatil wakti apabila diperlukan,” katanya.

Materi utama pelatihan disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag., melalui materi bertajuk Teknik Membimbing Spiritual-Psikologis Pasien Rumah Sakit.

Ia menegaskan setiap petugas harus memiliki kepercayaan diri karena membawa nama baik MUI Kabupaten Gresik serta hadir untuk memberikan pendampingan kepada pasien secara tulus.

Prof. Chalik menjelaskan pendekatan spiritual memiliki peran penting dalam membantu pasien, terutama mereka yang menderita penyakit kronis dan kerap mengalami kegelisahan terkait makna hidup, penderitaan, maupun kematian.

” Pendamping bertugas mengingatkan bahwa segala sesuatu merupakan kehendak Allah sekaligus memberikan penguatan batin kepada pasien,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya etika dalam pelayanan. Menurutnya, petugas harus menghormati keyakinan dan tradisi spiritual setiap pasien serta tidak memaksakan pandangan pribadi.

BACA JUGA :  Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Walikota Mojokerto Wanti-wanti Terapkan Protokol Kesehatan

” Pendamping harus fokus pada kepentingan pasien dan menghargai perbedaan keyakinan maupun tradisi spiritual yang dimiliki,” tegasnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan praktik, mulai dari tata cara memasuki ruang perawatan, membangun komunikasi dengan pasien dan keluarga, memberikan penguatan spiritual, hingga membimbing tayamum, salat bagi orang sakit, zikir, dan doa.

Sementara itu, pengurus MUI Kabupaten Gresik yang telah lama bertugas sebagai petugas bimroh di rumah sakit, H. Rasyid Rasminto, membagikan pengalaman lapangan kepada peserta. Ia menuturkan setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang bijaksana, komunikatif, dan penuh empati.

Menurutnya, apabila pasien tidak memungkinkan untuk diajak berkomunikasi, pendamping dapat memberikan bimbingan kepada keluarga pasien, termasuk terkait pelaksanaan ibadah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag., beserta para calon petugas bimroh, di antaranya H. Hamdun Roichan, M.Si., KH. Ahmad Wafiq Aunan, Hj. Nur Saidah, S.E., M.M., dan Hj. Dewi Fatimah, S.Ag.

Penulis : Rudi
Editor. : Erik