Daerah

Hari Anak Nasional 2026, JMSI Bondowoso Satukan Pemda dan DPRD Bangun Gerakan Pengasuhan Tanpa Gadget

×

Hari Anak Nasional 2026, JMSI Bondowoso Satukan Pemda dan DPRD Bangun Gerakan Pengasuhan Tanpa Gadget

Sebarkan artikel ini
Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba dalam acara Hari Anak Nasional 2026 Bondowoso, Wakil Ketua DPRD Bondowoso bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bondowoso. (Foto: Sekilas Media Bondowoso)

 

Bondowoso, sekilasmedia.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Bondowoso tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi antara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Bondowoso, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, dan DPRD Bondowoso untuk mengampanyekan pola pengasuhan anak yang lebih sehat di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.

Kegiatan yang berlangsung di halaman TK Negeri Pembina Bondowoso, Kamis (23/7/2026), mengangkat tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan subtema “Ayo Bermain Tanpa Gadget”. Selain menghadirkan edukasi parenting, anak-anak juga diajak menikmati berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.

Sekitar 100 siswa taman kanak-kanak tampak antusias mengikuti permainan lompat tali, engklek, dan dakon. Suasana penuh tawa itu menjadi gambaran bahwa ruang bermain anak masih bisa dihadirkan tanpa bergantung pada telepon genggam.

Ketua JMSI Bondowoso, Bahrullah, mengatakan perkembangan teknologi memang menjadi bagian dari kehidupan saat ini. Namun, menurutnya, orang tua tetap memiliki peran penting dalam mengarahkan anak agar tidak bergantung pada gadget sejak usia dini.

“Perkembangan teknologi memang tidak bisa kita nafikan. Namun, banyak cara mengasuh anak yang tidak bergantung pada gadget. Sekarang anak menangis sedikit langsung diberikan HP. Padahal, kita bisa mengajak mereka bermain permainan tradisional seperti lompat tali, engklek, maupun dakon,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kapolresta Mojokerto Lakukan Pemeriksaan Senpi Anggota

Ia menambahkan, media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menghadirkan edukasi yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.

“Kami selaku insan pers berkewajiban menyajikan pemberitaan yang positif, edukatif, dan ramah anak. Kami berharap Hari Anak Nasional menjadi refleksi bagi kita semua sebagai orang tua untuk terus memperbaiki pola pengasuhan anak,” katanya.

Wakil Ketua III DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menilai Hari Anak Nasional menjadi momentum tepat untuk mengingatkan masyarakat bahwa usia dini merupakan fase emas yang menentukan kualitas generasi mendatang.

Menurutnya, orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anak sekaligus membentengi mereka dari dampak negatif perkembangan teknologi yang berlebihan.

“Anak usia dini adalah usia emas. Orang tua harus menjadi contoh terbaik bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya. Sekarang adalah momentum Hari Anak Nasional karena banyak warisan leluhur kita yang positif mulai ditinggalkan akibat pengaruh teknologi. Ayo kembali ke permainan tradisional karena setiap permainan memiliki filosofi masing-masing,” ujar Sinung.

BACA JUGA :  Ketua MWC NU Trowulan Mojokerto Mengecam Tindakan Kerusuhan 22 Mei 2019

Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah negara telah menerapkan pembatasan usia penggunaan gadget bagi anak. Karena itu, masyarakat Indonesia diharapkan tidak membiarkan kemajuan teknologi mengikis nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur, termasuk semangat gotong royong yang tercermin dalam permainan tradisional.

Sementara itu, Perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Zakiyatul Fakhiroh As’ad, turut berbaur bersama anak-anak dengan mencoba permainan engklek sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian permainan tradisional. Kehadirannya sekaligus memberi contoh bahwa orang dewasa memiliki peran penting dalam mendampingi anak bermain.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Harapan ke depan semoga anak didik kita dapat tumbuh sesuai dengan cita-cita yang mereka impikan,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, JMSI Bondowoso bersama pemerintah daerah berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun pola pengasuhan yang lebih berkualitas, menghadirkan ruang bermain yang sehat, serta menyiapkan generasi Bondowoso yang tumbuh dengan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya bangsa.

Penulis: rifkyEditor: Kaylla