Bondowoso,Sekilasmedia.com – Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 resmi ditutup pada Senin malam (27/7/2026). Selama 14 hari penyelenggaraan, kegiatan yang mengusung percepatan digitalisasi daerah tersebut mencatat total omzet UMKM sebesar Rp783.161.700 serta 5.452 transaksi QRIS, yang terdiri dari 1.328 transaksi pembayaran PBB-P2 dan 4.124 transaksi QRIS di sektor UMKM.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Bondowoso Digital Days 2026.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bondowoso, para pelaku UMKM, LSM Perintis, para sponsor, mitra strategis, perbankan, dunia usaha, komunitas, awak media, petugas keamanan, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Bondowoso Digital Days 2026. Tanpa dukungan panjenengan semua, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menyebut dukungan datang dari berbagai pihak, mulai Bank Indonesia, Bank Jatim, Bank BTN, Bank Mandiri, BSI, instansi vertikal, perangkat daerah, pelaku UMKM, hingga sponsor dan mitra strategis yang bersama-sama mendukung pelaksanaan kegiatan secara kolaboratif tanpa menggunakan pembiayaan APBD.
Slamet mengatakan capaian transaksi digital selama penyelenggaraan BDD 2026 menunjukkan peningkatan penggunaan pembayaran non tunai di tengah masyarakat.
“Selama penyelenggaraan Bondowoso Digital Days 2026, pembayaran PBB-P2 melalui QRIS tercatat sebanyak 1.328 transaksi. Sementara transaksi QRIS di sektor UMKM mencapai 4.124 transaksi. Ini menjadi bagian dari upaya kita membiasakan masyarakat menggunakan transaksi digital,” katanya.
Selain itu, sektor UMKM juga menunjukkan hasil yang positif. Sebanyak 120 UMKM ikut ambil bagian dengan total omzet mencapai Rp783.161.700 atau rata-rata sekitar Rp60.243.208 setiap hari selama kegiatan berlangsung.
“Sebanyak 120 UMKM ikut berpartisipasi dengan total omzet mencapai Rp783.161.700 atau rata-rata sekitar Rp60 juta per hari. Capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan ini juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Slamet, tujuan utama Bondowoso Digital Days bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan menjadi sarana edukasi untuk mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan meningkatkan kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan transaksi digital.
“Bondowoso Digital Days bukan semata-mata menghadirkan hiburan. Tujuan utamanya adalah edukasi dan percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Karena itu, perubahan menuju transaksi digital memang membutuhkan waktu dan proses agar menjadi kebiasaan masyarakat,” jelasnya.
BDD 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial, di antaranya khitan massal yang diikuti 50 anak, Gerakan Pangan Murah dengan penjualan 5 ton beras dan 1.680 liter minyak goreng, serta donor darah yang menghasilkan 25 kantong darah dari 27 pendonor.
Di akhir sambutannya, Slamet mengakui pelaksanaan BDD 2026 masih memiliki sejumlah kekurangan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Kami menyadari selama pelaksanaan Bondowoso Digital Days 2026 masih terdapat berbagai kekurangan dan ada hal-hal yang belum sepenuhnya memuaskan masyarakat. Seluruh masukan dan kritik akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih baik,” pungkasnya.






