Daerah

Revolusi Hijau Sumsel DEN Rancang Strategi Ubah Batubara Jadi BBM dan Pupuk Ramah Lingkungan

×

Revolusi Hijau Sumsel DEN Rancang Strategi Ubah Batubara Jadi BBM dan Pupuk Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Dari Tambang ke Laboratorium: DEN Targetkan Hilirisasi Batubara Sumsel Wujud dalam 5-10 Tahun ( foto/sekilasmedia.Com)

 

PALEMBANG, Sekilasmedia.com-Dewan Energi Nasional (DEN) melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Provinsi Sumatera Selatan untuk meninjau potensi energi daerah serta menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan. Kunjungan ini bertujuan menyusun rekomendasi kebijakan energi nasional bagi Presiden, dengan fokus utama pada tantangan transisi energi dan mitigasi potensi konflik sosial di masyarakat.

Dalam kunjungannya, DEN menekankan prinsip pengelolaan energi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Sumatera Selatan dinilai memiliki profil energi yang sangat potensial, khususnya dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sumber daya alam lainnya. Namun, DEN juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat untuk mencegah konflik sosial, sehingga pembangunan infrastruktur energi dapat berjalan secara harmonis.

Hilirisasi Batubara: Kunci Transisi Menuju Net Zero Emission 2060

Menanggapi masa depan energi fosil, perwakilan DEN menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan pencapaian net zero emission pada tahun 2060. Dalam peta jalan tersebut, penggunaan energi fosil seperti batubara akan dikurangi secara bertahap. DEN menegaskan bahwa penghentian tambang batubara tidak akan dilakukan secara mendadak atau “suntik mati”. Sebaliknya, produksi akan dipertahankan tanpa ekspansi baru, sambil mengalihkan fokus utama pada hilirisasi.

BACA JUGA :  Pasar Lawang Tak Kunjung Dibangun, Disperindag Kabupaten Malang Angkat Bicara

“Hilirisasi batubara menjadi kunci solusi. Batubara akan diolah menjadi metanol dan etanol untuk mendukung program biodiesel (B50), yang saat ini bahan bakunya masih bergantung pada impor,” ujar perwakilan DEN.

Selain untuk bahan bakar nabati, teknologi hilirisasi memungkinkan konversi batubara menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), pengganti LPG, hingga bahan baku pupuk. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah batubara melalui teknologi tinggi, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta memenuhi kebutuhan domestik. Implementasi teknologi ini ditargetkan dapat terwujud dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan.

Diversifikasi Energi Bersih dan Pemanfaatan Potensi Lokal

Dr. Unggul Priyanto, Anggota Dewan Energi Nasional, mengingatkan pentingnya belajar dari sejarah penipisan cadangan minyak. Ia menekankan bahwa batubara tidak boleh mengalami nasib serupa tanpa persiapan pengganti yang matang, sehingga diversifikasi energi menjadi prioritas mutlak.

“Ke depan, kita telah menyiapkan berbagai sumber energi, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), dan PLTS sebagai energi bersih tanpa emisi CO2,” jelas Dr. Unggul.

BACA JUGA :  Wakil Wali Kota Probolinggo Sambut Kunker Danrem 083/BDJ di Probolinggo

Khusus untuk Sumatera Selatan, Dr. Unggul melihat peluang besar dalam pemanfaatan sumber daya lokal. Selain batubara, provinsi ini kaya akan sumber air untuk PLTA dan lahan kelapa sawit yang berpotensi dikembangkan untuk energi terbarukan. Pemanfaatan optimal sumber daya ini dinilai strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pemberdayaan SDM Lokal dalam Transisi Energi

DEN juga menyoroti aspek sumber daya manusia (SDM). Pembangunan fasilitas energi baru diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal. Dengan meningkatnya jumlah lulusan berpendidikan tinggi di Sumatera Selatan, peluang penyerapan tenaga kerja terampil di sektor energi modern terbuka lebar. Hal ini memastikan manfaat ekonomi dari transisi energi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Kunjungan DEN ke Sumatera Selatan ditutup dengan komitmen untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga menjamin keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. ( Lin)