Bondowoso,Sekilasmedia.com-Pelaksanaan reses Wakil Ketua DPRD Bondowos Sinung Sudrajad di Daerah Pemilihan (Dapil) I Bondowoso menunjukkan adanya pergeseran aspirasi masyarakat.
Jika sebelumnya usulan pembangunan fisik lebih mendominasi, kini warga lebih banyak mendorong program pemberdayaan ekonomi yang dinilai mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Usulan yang paling banyak disampaikan masyarakat antara lain pengembangan budidaya perikanan darat, seperti lele dan gurami, serta peternakan ayam petelur dan bebek petelur.
Meski demikian, pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat direalisasikan pemerintah.
Sinung Sudrajad yang juga merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso mengatakan kecenderungan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya usaha produktif sebagai penopang ekonomi keluarga.
“Yang banyak diusulkan adalah unit usaha, seperti budidaya perikanan darat, lele, gurami, hingga peternakan ayam petelur dan bebek petelur. Masyarakat kota sekarang lebih mengarah pada pemberdayaan ekonomi,” katanya.
Menurut politisi asal Kelurahan Nangkaan itu seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses telah dituangkan dalam formulir usulan dan akan diperjuangkan agar masuk dalam pembahasan program pembangunan daerah.
Namun, realisasi setiap usulan tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah dan arah kebijakan pemerintah.
Ia mengakui kebijakan efisiensi anggaran berpotensi memengaruhi pelaksanaan sebagian program yang diusulkan masyarakat.
Karena itu, apabila terjadi penyesuaian anggaran, pihaknya akan menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai usulan yang belum dapat direalisasikan.
“Kami akan menyampaikan secara terbuka apabila ada efisiensi anggaran sehingga sebagian usulan belum bisa direalisasikan. Yang penting masyarakat memahami kondisi yang ada,” ujarnya.
Sinung menilai tingginya usulan budidaya perikanan dan peternakan didorong oleh besarnya kebutuhan pasar yang hingga kini belum mampu dipenuhi oleh produksi lokal.
Berdasarkan pengalaman sejumlah kader dan pengurus di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) yang telah menjalankan usaha tersebut, permintaan pasar masih jauh lebih tinggi dibandingkan pasokan yang tersedia.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan apabila didukung melalui program pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, ia berharap usulan yang telah dihimpun dalam reses dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah dan direalisasikan pada tahun anggaran 2028.
Selain mendorong pemberdayaan ekonomi, Sinung menegaskan pembangunan infrastruktur tetap harus berjalan beriringan.
Menurutnya, pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat idealnya memperoleh porsi yang seimbang agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh.
“Kalau menurut saya harus berimbang, sekitar 50 persen untuk pembangunan fisik dan 50 persen untuk pemberdayaan masyarakat. Dua-duanya sama penting,” tegasnya.
Lepas dari hal itu, ia mengingatkan bahwa pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, tetap menjadi tanggung jawab utama pemerintah dan tidak boleh terabaikan di tengah upaya memperkuat ekonomi masyarakat.






