Gresik,Sekilasmedia.com – Kepedulian terhadap kelompok rentan mendorong pasangan suami istri (pasutri) Duta Bintan Fitriyah dan Robbah Khunaifih merintis pembangunan Pesantren Inklusi bagi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas di Kabupaten Gresik.
Peletakan batu pertama pembangunan kantor Pesantren Inklusi tersebut berlangsung di Jalan Merpati, Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Rabu (12/8/2026) pagi.
Pembangunan pesantren ini merupakan bagian dari kiprah Pondok Pemberdayaan Perempuan Ceha Al Marzuqi (P3CHM) yang dirintis Duta Bintan Fitriyah bersama suaminya sejak sekitar 14 tahun lalu.
Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Anggota DPR RI Ahmad Labib, Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Ahmad Jazuli, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, Camat Dukun Gunawan Purna Atmaja, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik KH Zainal Abidin, Kepala Cabang Nurul Hayat Gresik Sholihul Amin, serta sejumlah undangan lainnya.
Ketua Yayasan P3CHM Duta Bintan Fitriyah mengatakan, Pesantren Inklusi tersebut nantinya terbuka bagi lansia, penyandang disabilitas, maupun ODGJ. Kehadiran pesantren diharapkan dapat menjadi tempat yang memberikan perhatian, pendampingan, serta pemberdayaan bagi kelompok rentan.
“ Di luar sana banyak sekali ODGJ, lansia dan disabilitas yang membutuhkan perhatian. Karena itu, kami ingin pondok ini bisa menjadi rumah bagi mereka,” ujar Duta.
Menurutnya, kepedulian terhadap kelompok rentan perlu diperkuat karena mereka juga membutuhkan ruang untuk mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Yayasan P3CHM juga menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan berupa kasur lipat dan paket sembako. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan.
Duta menjelaskan, program yang disiapkan Pesantren Inklusi tidak hanya menyasar kebutuhan dasar. Para lansia dan penyandang disabilitas nantinya juga akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan keagamaan.
“ Kami juga akan membina sisi keagamaannya, sehingga kehidupan dunia dan akhiratnya tetap berjalan seimbang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh mengapresiasi inisiatif Yayasan P3CHM yang ikut memberikan perhatian kepada kelompok rentan melalui pembangunan Pesantren Inklusi.
“ Kami sangat mengapresiasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan P3CHM karena ikut bersama-sama memberikan perhatian kepada kelompok rentan,” ujar Ummi.
Pemkab Gresik, lanjut Ummi, akan berupaya memberikan dukungan terhadap program tersebut sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“ Support dari APBD akan kami upayakan,” pungkasnya.






