Daerah

280 Regu Pelajar Turun ke Jalan, Pemkot Probolinggo Jadikan Gerak Jalan sebagai Wahana Pendidikan Karakter

×

280 Regu Pelajar Turun ke Jalan, Pemkot Probolinggo Jadikan Gerak Jalan sebagai Wahana Pendidikan Karakter

Sebarkan artikel ini
Salah Satu Peserta Regu Putri Nomor Urut 14 Dari SDN Tisnonegaran 1 Hormat Barisan ke Podium (Foto : Suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com-Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Probolinggo tidak hanya berlangsung dalam bentuk upacara dan kegiatan seremonial. Rabu (19/8) pagi, pemerintah daerah mengajak ribuan pelajar mengisi momentum kemerdekaan melalui Lomba Gerak Jalan Pelajar tingkat SD/MI dan SMP/MTs.

Sebanyak 280 regu dari sekolah negeri dan swasta ikut ambil bagian dalam agenda yang diselenggarakan Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tersebut.

Kegiatan dimulai dari kawasan Kantor Wali Kota Probolinggo. Jalan Panglima Sudirman menjadi titik keberangkatan sebelum peserta menyelesaikan perjalanan di eks Gedung Bioskop Regina, Jalan dr. Sutomo.

Bagi para peserta, lintasan tersebut menjadi ruang untuk membuktikan kesiapan regu setelah menjalani berbagai persiapan. Kekompakan langkah, ketahanan barisan hingga kedisiplinan mengikuti instruksi menjadi bagian yang harus dijaga selama perjalanan.

Jumlah peserta terbagi dalam dua jenjang pendidikan. Kelompok SD/MI menjadi peserta terbanyak dengan 214 regu, terdiri atas 107 regu putra dan 107 regu putri.

Sementara dari jenjang SMP/MTs terdapat 66 regu. Peserta terbagi sama antara putra dan putri, masing-masing sebanyak 33 regu.

Prosesi pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso serta jajaran Forkopimda.

Regu SDK Mater Dei dengan nomor peserta 01 menjadi rombongan pertama yang meninggalkan titik start. Regu lainnya kemudian diberangkatkan secara bertahap berdasarkan nomor urut.

Di sepanjang lintasan, kemampuan peserta menjaga formasi menjadi salah satu pemandangan utama. Setiap anggota harus mampu menyesuaikan langkah dengan anggota lain agar barisan tetap terjaga hingga garis akhir.

Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Setiorini Sayekti menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki misi pendidikan di balik kompetisi. Menurutnya, gerak jalan dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan dan melatih nilai kedisiplinan kepada siswa.

BACA JUGA :  Rampung Dikerjakan, SPBU di Jalan Setiabudi Laksanakan Melaspas 

Kekompakan dan kebersamaan juga menjadi nilai yang hendak dibangun. Dalam satu regu, setiap siswa memiliki peran untuk menjaga agar keseluruhan barisan dapat tampil secara maksimal.

Disdikbud juga melihat kegiatan ini sebagai ruang aktualisasi diri. Pelajar diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan melalui kegiatan olahraga sekaligus belajar membangun karakter positif di luar lingkungan pembelajaran formal.

Untuk mengukur penampilan setiap regu, panitia menerapkan sejumlah indikator. PBB dan keharmonisan langkah memiliki bobot penilaian paling tinggi, yaitu 50 persen.

Aspek keutuhan dan ketahanan regu kemudian mendapat porsi 30 persen. Sedangkan speed atau pacing memperoleh bobot 10 persen dan aspek sikap, kostum serta kesopanan sebesar 10 persen.

Artinya, peserta tidak cukup hanya tampil cepat untuk meraih hasil terbaik. Kemampuan mempertahankan barisan dan menunjukkan sikap sesuai aturan juga menentukan hasil penilaian.

Panitia sejak awal telah mengantisipasi sejumlah kondisi yang dapat memengaruhi nilai. Anggota regu yang gugur atau pingsan di tengah perjalanan, misalnya, dapat berdampak terhadap penilaian keutuhan regu.

Peserta juga wajib menjaga ketertiban selama berada di jalur lomba. Ketentuan mengenai konsumsi minuman diberlakukan agar kegiatan tetap berjalan tertib dan peserta memperoleh penanganan yang sesuai apabila membutuhkan dukungan kesehatan.

Sanksi paling berat diberlakukan terhadap peserta yang terbukti melakukan kecurangan. Penggunaan joki atau memasukkan peserta dari luar sekolah yang terdaftar menjadi alasan bagi panitia untuk melakukan diskualifikasi.

Peserta juga tidak diperbolehkan memotong rute atau menggunakan kendaraan selama perlombaan. Larangan tersebut diberlakukan untuk memastikan seluruh regu menempuh tantangan yang sama.

Etika dalam berkompetisi juga menjadi bagian penting. Peserta yang melakukan provokasi atau bersikap tidak sopan kepada juri, panitia maupun regu lain dapat dikenai sanksi diskualifikasi.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan pengamanan dari berbagai unsur. Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820 Probolinggo, Dinas Perhubungan dan Satpol PP dilibatkan untuk membantu menjaga kelancaran jalannya kegiatan.

BACA JUGA :  Kuatkan Tali Silaturahmi, Pemkot Gelar Jambore Kader IMP Se-Kota Mojoketo

Dukungan kesehatan juga disiapkan melalui tim medis dari Dinas Kesehatan. Petugas berada dalam posisi siaga untuk memberikan pertolongan apabila terdapat peserta yang mengalami masalah kesehatan selama mengikuti lomba.

Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengatakan gerak jalan dapat memberikan pelajaran yang tidak selalu diperoleh siswa melalui pembelajaran di dalam kelas. Salah satunya adalah bagaimana bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurutnya, sportivitas juga harus diperkenalkan sejak usia sekolah. Persaingan dalam perlombaan harus menjadi pengalaman untuk belajar menerima hasil dengan tetap menghormati peserta lain.

Aminuddin mengaitkan kegiatan tersebut dengan kebutuhan mempersiapkan generasi penerus. Para pelajar nantinya akan menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab terhadap keberlangsungan pembangunan daerah dan bangsa.

Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dinilai tepat untuk mengajak generasi muda mengisi kemerdekaan dengan aktivitas yang produktif. Kegiatan olahraga, kebersamaan dan pendidikan karakter dapat berjalan beriringan dalam satu agenda.

Keterlibatan 280 regu dalam perlombaan tersebut menjadi bukti tingginya partisipasi satuan pendidikan. Masing-masing sekolah membawa semangat untuk tampil sebaik mungkin sekaligus memberikan pengalaman berharga kepada para siswanya.

Pada akhirnya, nilai terpenting dari kegiatan ini bukan semata-mata siapa yang berada di posisi teratas. Pengalaman menjaga barisan, mematuhi aturan, bertahan hingga garis finis dan menghargai lawan menjadi bagian dari proses pendidikan yang diharapkan melekat pada diri peserta.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Probolinggo berupaya menjadikan perayaan kemerdekaan sebagai momentum yang memiliki dampak nyata bagi generasi muda. Semangat perjuangan diterjemahkan dalam bentuk kedisiplinan, kerja sama, sportivitas dan tanggung jawab yang dapat menjadi bekal pelajar di masa depan.