Daerah

Pemkab Malang Bersama BRI Jajaki Sinergi Digitalisasi Pajak hingga Penguatan UMKM

×

Pemkab Malang Bersama BRI Jajaki Sinergi Digitalisasi Pajak hingga Penguatan UMKM

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, jajaran staf ahli dan kepala perangkat daerah terkait, serta jajaran pimpinan BRI saat foto bersama (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mendorong penguatan perekonomian daerah melalui perluasan sinergi dengan sektor perbankan. Kali ini, Pemkab Malang bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjajaki kerja sama strategis untuk mengakselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperluas digitalisasi layanan publik, sekaligus memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penjajakan sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan di Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (21/8/2026) pagi. Pertemuan dihadiri Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib, jajaran staf ahli dan kepala perangkat daerah terkait, serta jajaran pimpinan BRI.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan potensi dan sumber daya kedua pihak, khususnya dalam menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan terintegrasi bagi masyarakat Kabupaten Malang.

Salah satu fokus yang ditawarkan BRI yakni digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Dengan memanfaatkan kanal digital BRI, masyarakat nantinya dapat membayar kewajiban perpajakan secara lebih praktis tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

Group Head Institutional BRI menegaskan kesiapan BRI menjadi mitra strategis Pemkab Malang dalam mendukung penguatan tata kelola keuangan daerah.

“Kami hadir untuk membawa solusi bagi Pemkab Malang. Dengan jaringan kami yang sangat luas hingga ke pelosok desa, kami ingin membantu mengakselerasi penerimaan daerah secara sistematis dan efisien,” ujarnya.

BACA JUGA :  Usai Kasih Suara Warga Antusias Gunakan Tanda Tinta di Sekarsari

Dukungan tersebut diperkuat dengan jaringan BRI yang tersebar luas, mencakup lima kantor cabang, 14 Kantor Cabang Pembantu (KCP), 60 kantor unit, serta lebih dari 100.000 Agen BRILink di wilayah Malang dan sekitarnya.

Selain itu, basis pengguna aplikasi BRImo yang mencapai sekitar 3,5 juta pengguna dinilai menjadi potensi besar untuk mendorong percepatan transaksi digital masyarakat.

Tak hanya menyasar optimalisasi penerimaan daerah, BRI juga menawarkan platform Qlola sebagai layanan Cash Management untuk mendukung pengelolaan keuangan BUMD maupun Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk RSUD Kanjuruhan dan RSUD Lawang.

Melalui sistem tersebut, pengelolaan likuiditas, penerimaan pendapatan (collection), hingga penyaluran dana (disbursement) dapat dilakukan secara terintegrasi dan real-time. Pemanfaatan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan keuangan badan layanan milik pemerintah daerah.

Di sisi lain, sinergi Pemkab Malang dan BRI tidak hanya diarahkan pada digitalisasi transaksi dan tata kelola keuangan daerah. Kolaborasi juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menekankan pentingnya agar kerja sama tersebut menyentuh sektor-sektor ekonomi strategis di Kabupaten Malang.

“Mendukung pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), mengingat Kabupaten Malang merupakan salah satu penyumbang PMI terbesar di Jawa Timur. Menjangkau nelayan di wilayah Malang Selatan melalui layanan perbankan yang selama ini mungkin belum terakses secara maksimal,” ujarnya.

BACA JUGA :  Forkompincam Sumber Gelar Rakor PTSL

Selain itu, Lathifah berharap BRI dapat turut mendukung pengembangan produk lokal melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan, pameran, hingga business matching internasional.

Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka peluang produk UMKM Kabupaten Malang menembus pasar ekspor sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

Menurut Lathifah, perluasan akses layanan perbankan hingga wilayah pedesaan merupakan modal penting untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan perekonomian. Hal itu mencakup pelaku UMKM, nelayan, hingga PMI.

Pemkab Malang pun menyambut positif penjajakan sinergi tersebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan inovasi pelayanan publik sekaligus membangun tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, aman, dan transparan.

“Harapan kami, pertemuan ini membawa manfaat nyata bagi kemajuan Kabupaten Malang. Layanan BRI yang menjangkau hingga tingkat kecamatan menjadi modal penting untuk menyukseskan berbagai program pemerintah pusat maupun daerah,” tutur Lathifah.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Malang optimistis transformasi digital di sektor keuangan daerah dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Digitalisasi diharapkan tidak berhenti sebagai instrumen untuk mempermudah transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat PAD, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.