Daerah

Wabup Alif Buka Ruang Aduan Warga Benjeng, Jalan, Banjir hingga Pertanian Jadi Sorotan

×

Wabup Alif Buka Ruang Aduan Warga Benjeng, Jalan, Banjir hingga Pertanian Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan BLT DBHCHT di Kecamatan Benjeng (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com-Penyaluran bantuan di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, tak sekadar menjadi agenda seremonial. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif justru memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka ruang bagi warga menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Benjeng, Senin (24/8/2026), itu diwarnai penyaluran bantuan pangan dari Bulog serta Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT).

Di hadapan masyarakat, Wabup Alif meminta warga tidak sungkan menyampaikan keluhan, terutama terkait persoalan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“ Tadi pagi saya rapat, salah satunya membahas bantuan untuk masyarakat. Kami bersama Pak Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik juga memikirkan kondisi Benjeng, mulai dari jalan, banjir sampai pertanian. Karena itu, kalau ada persoalan yang dirasakan panjenengan semua, monggo disampaikan,” ujar Alif.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan di Benjeng tidak hanya berkutat pada bantuan sosial. Infrastruktur jalan, ancaman banjir, hingga kondisi pertanian menjadi persoalan yang menurut pemerintah perlu mendapat perhatian.

BACA JUGA :  Wali Kota Aminuddin Ajak Lansia Tetap Produktif, HALUN ke-30 Kota Probolinggo Diwarnai Aksi Bersih-Bersih

Selain menyerap aspirasi, Alif kembali mengingatkan warga mengenai program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Gresik. Ia meminta masyarakat memahami dan memanfaatkan jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, akses kesehatan merupakan bagian dari pelayanan dasar yang harus dipastikan dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh memaparkan, BLT DBHCHT di Kecamatan Benjeng disalurkan kepada 262 penerima.

Penerima tersebut terdiri dari 142 buruh tani tembakau, empat buruh pabrik rokok, serta 116 masyarakat lainnya.

Masing-masing penerima memperoleh Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan. Artinya, total bantuan yang diterima setiap penerima mencapai Rp900 ribu.

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan akuntabel, Pemkab Gresik menggandeng PT Pos Indonesia. Bahkan, penerima yang memiliki kondisi tertentu sehingga tidak mampu hadir langsung tetap diupayakan mendapatkan bantuan.

Puluhan Ribu Kilogram Beras Digelontorkan

BACA JUGA :  Penuh Inovatif, Mahasiswa UMM Rubah Kampung Plastik Menjadi Kampung Wisata

Tak hanya BLT DBHCHT, bantuan pangan dari Bulog juga disalurkan untuk periode Juli, Agustus, dan September.

Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan. Selama tiga bulan, total yang diterima mencapai 30 kilogram per penerima.

Di Kecamatan Benjeng, bantuan pangan tersebut menyasar 10.364 penerima dengan total alokasi 310.920 kilogram atau sekitar 310,9 ton beras.

Sementara untuk seluruh Kabupaten Gresik, bantuan pangan menyasar sekitar 156.121 penerima. Total alokasi mencapai 4.683.630 kilogram atau sekitar 4.683 ton beras selama tiga bulan.

Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pemkab Gresik untuk memastikan program bantuan berjalan bukan hanya sebatas distribusi, tetapi juga menyentuh persoalan riil yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Ruang dialog yang dibuka Wabup Alif menjadi penting, sebab bantuan sosial hanya menjawab sebagian kebutuhan warga. Persoalan jalan, banjir, pertanian hingga akses kesehatan tetap membutuhkan tindak lanjut kebijakan agar keluhan masyarakat tidak berhenti sebagai catatan dalam forum pertemuan.