Malang,Sekilasmedi.com-Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai momentum untuk menghidupkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Lathifah, semangat Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada lantunan selawat dan dzikir. Lebih dari itu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Ketika kita memperingati Maulid Nabi, hendaknya kita tidak berhenti pada rasa cinta kepada Rasulullah, tetapi juga berusaha menerjemahkan kecintaan tersebut menjadi akhlak dan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lathifah saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sekaligus Hari Lahir ke-12 Majelis Maulid Dzikir Watta’lim Syamsul Huda di Lapangan Olahraga Desa Gadungsari, Kecamatan Tirtoyudo, Senin (24/8) malam.
Lathifah menegaskan, Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Peringatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk kembali meneladani kehidupan Nabi, baik dalam hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maupun dalam hubungan dengan sesama.
Rasulullah, lanjutnya, telah memberikan teladan tentang pentingnya membangun kehidupan yang berlandaskan keimanan, kasih sayang, kejujuran, kesabaran, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk menjadi fondasi dalam membentuk generasi Kabupaten Malang yang religius, berkarakter, produktif, inovatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
“Mari kita tumbuhkan generasi Kabupaten Malang yang religius, berkarakter, produktif, inovatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakatnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lathifah juga menyampaikan ucapan selamat atas Hari Lahir ke-12 Majelis Maulid Dzikir Watta’lim Syamsul Huda. Ia menilai perjalanan selama 12 tahun bukanlah waktu yang singkat, terlebih dalam menjalankan peran pembinaan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
“Keberadaan majelis ini diharapkan telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, khususnya melalui berbagai kegiatan pembinaan umat,” jelasnya.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, Lathifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, para kiai, jemaah, serta seluruh pihak yang selama ini istiqamah menjaga sekaligus mengembangkan Majelis Maulid Dzikir Watta’lim Syamsul Huda.
Memasuki usia ke-12, ia berharap Majelis Syamsul Huda semakin kokoh menjalankan perannya sebagai wadah untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperdalam pemahaman keagamaan, sekaligus membangun kepedulian sosial.
Lathifah juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Khususnya kepada para generasi muda, jadikan Rasulullah sebagai idola dan teladan utama,” tandasnya.
Dengan demikian, semangat Maulid Nabi tidak hanya hadir dalam lantunan selawat dan dzikir, tetapi juga tercermin dalam setiap langkah kehidupan masyarakat melalui akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.






