Daerah

Di Bawah Bayang Ampera Palembang Hidupkan Semangat ’45 Lewat Seni Dan Olahraga

×

Di Bawah Bayang Ampera Palembang Hidupkan Semangat ’45 Lewat Seni Dan Olahraga

Sebarkan artikel ini
Suara dari Tepi Musi: Bagaimana Palembang Memaknai Kemerdekaan di Era Digital dan Lingkungan ( foto/Sekilasmedia.Com)

Palembang,Sekilasmedia.com-Kawasan ikonik Jembatan Ampera di Palembang mengalami transformasi signifikan pada Sabtu (29/8/2026). Area bawah jembatan yang biasanya hanya dilalui kendaraan atau dijadikan spot foto, kini berubah menjadi pusat keramaian warga melalui acara “Gebyar Merdeka”. Festival ini digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan berlangsung hingga akhir Agustus 2026.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, pejabat daerah, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, termasuk Pemuda Panca Marga dan Pekat Sumatera Selatan. Kehadiran mereka menandai dimulainya festival yang tidak hanya bertujuan merayakan sejarah kemerdekaan, tetapi juga merespons tantangan sosial masa kini.

Pergeseran Makna Perjuangan: Dari Fisik ke Karya

Ketua Pekat IB Sumsel, Ir. Suparman Romans, M.Si., dalam sambutannya menyoroti perubahan bentuk perjuangan di era modern. Ia menekankan bahwa jika generasi terdahulu berjuang dengan angkat senjata, maka generasi muda saat ini ditantang untuk berjuang melalui pemikiran dan karya nyata.

BACA JUGA :  Alun-Alun Merdeka Malang Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Publik Inklusif dan Edukatif

“Dulu perjuangan dilakukan dengan fisik, kini kita berjuang dengan pemikiran dan karya. Kami ingin menggerakkan minat dan potensi masyarakat Kota Palembang, khususnya pelajar SMP dan SMA, agar memiliki wadah untuk menyalurkan bakat mereka,” ujar Suparman.

Festival Gebyar Merdeka 2026, yang berlangsung dari 17 hingga 31 Agustus 2026, menyajikan beragam kompetisi seni, budaya, dan olahraga. Rangkaian acara meliputi Karaoke Nusantara, tari kreasi, lomba puisi, hingga pertandingan olahraga. Suparman juga mengapresiasi kolaborasi lintas instansi, termasuk Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, dalam memberdayakan ruang publik di sekitar Jembatan Ampera menjadi destinasi wisata yang dinamis.

Peringatan Wali Kota: Kemerdekaan Berarti Menjaga Lingkungan

Di tengah kemeriahan acara, Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., menyampaikan pesan penting terkait kondisi lingkungan kota. Meskipun mengapresiasi inisiatif pemanfaatan ruang publik tersebut, Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan kemerdekaan di era modern mencakup aspek ekologis.

Wali Kota Ratu Dewa mengungkapkan keprihatinannya terhadap fluktuasi kualitas udara di Palembang. Ia mencatat bahwa sebelumnya, kabut asap dari wilayah sekitar Sumatera Selatan sempat mendorong indeks kualitas udara ke kategori berbahaya. Saat ini, kondisi telah sedikit membaik dengan indeks berada di angka 158 (kategori tidak sehat) dan menempati urutan ke-17, namun kewaspadaan tetap diperlukan.

BACA JUGA :  Pesan Penting di Pra Muktamar Muhammadiyah & Aisyiyah ke-48

“Perjuangan pendahulu kita berat secara fisik, tantangan kita sekarang adalah menjaga lingkungan dan membangun peradaban melalui teknologi dan kreativitas. Mari kita maknai kemerdekaan dengan kerja keras dan kepedulian terhadap masalah sosial serta lingkungan,” tegas Wali Kota Ratu Dewa.

Ia juga menyarankan warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi kualitas udara kembali memburuk.

Harapan Baru bagi Palembang

Acara ditutup dengan deklarasi resmi pembukaan Gebyar Merdeka 2026 oleh Wali Kota Palembang. Langkah ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan dapat menginspirasi organisasi masyarakat lain untuk berpartisipasi aktif. Melalui kombinasi semangat nasionalisme, ekspresi seni, dan kesadaran lingkungan, Kota Palembang berupaya memperkuat citranya sebagai kota yang bersejarah, berdaya, kreatif, dan sejahtera.