Daerah

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Bogo Lor Magetan Dilanjutkan, Nilai Kontrak Rp178 Juta

×

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Bogo Lor Magetan Dilanjutkan, Nilai Kontrak Rp178 Juta

Sebarkan artikel ini
Lokasi Rahabilitasi jaringan irigasi Bogor Lor Krajan Parang Magetan, Senin 31-Agustus-2026 | Foto Eko P sekilasmedia.com

Magetan,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali melaksanakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Bogo Lor. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan fungsi jaringan pengairan guna menunjang kebutuhan air pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut memiliki Nomor SPK C.6.5/10/PL-KONST/VII/403.104/2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp178.039.800 dan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.

Kepala Dinas PUPR Magetan Muhtar Wahid, ST, MT, melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Yuli K. Iswahyudi, ST, MT, menangani program rehabilitasi jaringan pengairan tersebut.

Sementara itu, Dian dari CV Adhi Karya Indah, selaku pihak pelaksana pekerjaan, mengatakan bahwa pekerjaan telah dimulai sejak 30 Juli 2026 dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 90 hari.

BACA JUGA :  LSM Diajak Perkuat Pengawasan, Pemkab Mojokerto Dorong Tata Kelola Pemerintahan Transparan dan Akuntabel

Menurut Dian, sejauh ini kendala tidak terlalu besar. Namun, pelaksanaan pekerjaan memang membutuhkan pengaturan karena saat ini bertepatan dengan musim tanam padi, sehingga kebutuhan air oleh para petani cukup tinggi.

“Untuk kendala tidak terlalu besar. Karena aliran air masih digunakan petani, sehingga air dibagi untuk kebutuhan petani dan pelaksanaan pekerjaan,” ujar Dian.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membutuhkan kebersamaan dan pengaturan kebutuhan air antara proses pekerjaan dengan kebutuhan petani. Pihak pelaksana tetap berupaya agar pekerjaan berjalan sesuai target, namun di sisi lain aliran air untuk sawah tetap diperhatikan agar kegiatan pertanian tidak terganggu.

“Ini kan bertepatan dengan musim tanam padi, jadi memang ada kebutuhan air bersama. Kita tetap mengatur agar kebutuhan air petani bisa terpenuhi, sementara pekerjaan rehabilitasi juga tetap berjalan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Berhasil Wujudkan Kabupaten/Kota Sehat, Gresik Diganjar Penghargaan Swasti Saba Dari Kemenkes dan Kemendagri

Menurutnya, rehabilitasi jaringan irigasi tersebut pada akhirnya ditujukan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani, terutama dalam memperlancar aliran air menuju lahan pertanian.

“Pekerjaan ini untuk menunjang aliran air bagi petani agar lebih lancar dan tentunya mendukung ketahanan pangan,” jelas Dian.

Rehabilitasi jaringan irigasi Bogo Lor diharapkan mampu meningkatkan fungsi dan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian. Terlebih, keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan menjaga ketersediaan air selama musim tanam.

Dengan sinergi antara pelaksana pekerjaan dan para petani dalam mengatur penggunaan air, proses rehabilitasi diharapkan dapat berjalan lancar tanpa mengesampingkan kebutuhan pertanian masyarakat. Pada akhirnya, perbaikan jaringan irigasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Magetan. (Adv)