Malang,Sekilasmedia.com-Perayaan kelulusan mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang kembali dikemas berbeda. Wisuda Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) tidak hanya diisi prosesi akademik, tetapi juga dimeriahkan penampilan penyanyi Fendy Kerispatih dan grup band Guyon Waton asal Yogyakarta.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, muncul persoalan mengenai klaim sebagai pihak yang pertama atau pelopor dalam menggelar wisuda dengan konsep yang dipadukan hiburan.
Rektor UIBU Malang Dr. Nurcholis Sunuyeko secara tegas meminta agar tidak ada pihak yang mengklaim sebagai orang atau institusi pertama yang menerapkan konsep tersebut. Menurutnya, UIBU telah menggelar wisuda dengan konsep serupa sejak 2012.
Hal itu disampaikan Nurcholis kepada awak media seusai pelaksanaan Wisuda Program S1 dan S2 UIBU Malang di Ijen Suites Convention and Hall, Jalan Ijen Nirwana Raya Blok A No. 16, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (10/9/2026).
“Wisuda itu tidak harus formal. Sejak 2012 kami sudah membuat konsep wisuda seperti ini. Kami pernah menghadirkan berbagai hiburan,” kata Nurcholis.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan UIBU atas sejarah penyelenggaraan wisuda yang dikemas lebih cair dan tidak semata-mata bertumpu pada seremoni formal.
Nurcholis bahkan secara terbuka menyinggung adanya klaim dari sejumlah pihak yang menyebut konsep wisuda dengan hiburan sebagai sesuatu yang pertama kali dilakukan.
“Jangan ada yang mengklaim bahwa mereka pertama kali membuat wisuda seperti ini. Institusi kami sudah melakukannya sejak 2012,” tegasnya.
Selain soal klaim sebagai pelopor, penyebutan istilah “wisuda taimen” atau “wisuda tainment” juga perlu ditempatkan secara tepat. Dalam keterangan Nurcholis kepada awak media, istilah tersebut tidak disebutkan secara langsung.
Yang disampaikan Rektor UIBU adalah konsep wisuda yang tidak harus berlangsung kaku dan formal, melainkan dapat dikemas dengan hiburan sebagai bagian dari upaya menghadirkan suasana yang lebih humanis.
Karena itu, istilah “wisuda tainment” tidak semestinya diposisikan sebagai istilah resmi atau istilah yang berasal dari pernyataan Rektor apabila memang tidak terdapat dalam keterangan narasumber.
Substansi yang ditegaskan UIBU justru berkaitan dengan konsep wisuda berhiburan yang menurut Nurcholis telah diterapkan kampus tersebut sejak 2012.
Menurut Nurcholis, konsep tersebut bukan sekadar untuk menghibur mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Kehadiran orang tua dan keluarga menjadi salah satu pertimbangan utama.
“Ini untuk membahagiakan semuanya. Bukan hanya wisudawannya, tetapi juga orang tua, wali, suami, istri, dan anak-anak mereka. Mereka juga sudah berjuang dan mendukung sampai mahasiswa menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.
Ia menilai keluarga juga layak mendapatkan apresiasi karena telah memberikan dukungan moral maupun materi selama mahasiswa menempuh pendidikan tinggi.
Konsep wisuda dengan hiburan, menurut Nurcholis, merupakan bagian dari inovasi UIBU dalam menyelenggarakan seremoni akademik.
Penampilan Fendy Kerispatih dan Guyon Waton menjadi salah satu daya tarik dalam agenda tersebut. Hiburan dihadirkan sebagai bagian dari suasana perayaan setelah para mahasiswa menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Bagi UIBU, seremoni kelulusan tidak harus selalu identik dengan suasana kaku. Selama substansi dan kehormatan akademik tetap dijaga, wisuda dapat dikemas secara lebih kreatif dan membahagiakan. “Wisuda itu tidak harus formal,” kembali ditegaskan Nurcholis.
Tak hanya menghadirkan hiburan, momentum wisuda UIBU Malang juga dimanfaatkan untuk menggalang kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut dihimpun dari dosen dan mahasiswa UIBU. Hingga pelaksanaan wisuda, total bantuan masih dalam proses penghitungan.
“Wisuda ini juga memberikan andil besar untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana, baik di Kalimantan maupun NTT. Bantuan sudah dikumpulkan dari dosen dan seluruh mahasiswa,” ungkap Nurcholis.
Ia juga mengajak pihak lain yang ingin membantu untuk turut memberikan donasi bagi masyarakat terdampak bencana.
Di balik konsep wisuda yang meriah, UIBU tetap menempatkan pendidikan dan pembentukan karakter sebagai tujuan utama.
Salah satu karakter yang terus didorong adalah entrepreneurship. Nurcholis menegaskan, entrepreneurship tidak hanya berkaitan dengan kegiatan bisnis, tetapi juga cara berpikir dan bersikap dalam menghadapi kehidupan.
Menurutnya, kreativitas, keberanian, kemandirian, dan kemampuan menciptakan peluang menjadi modal penting bagi lulusan ketika memasuki kehidupan setelah perguruan tinggi.
“Hidup itu entrepreneurship. Hidup itu berkreasi. Kreativitas itulah yang membuat orang berbeda dengan yang lain,” katanya.
Karena itu, UIBU ingin agar lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang dan membuka lapangan pekerjaan.
“Kami ingin semua alumni dan mahasiswa punya jiwa entrepreneurship, jiwa mandiri, punya jiwa kewirausahaan, punya jiwa berusaha sendiri, dan punya jiwa ikhtiar,” imbuhnya.
Selain entrepreneurship, UIBU juga mengembangkan kurikulum yang menitikberatkan pada pembentukan karakter. Nurcholis menyebut konsep kebuddhutamaan yang dikembangkan dari Malang sebagai salah satu inovasi pendidikan yang terus dikembangkan.
Ia mengatakan konsep tersebut bahkan telah masuk dalam pengembangan kurikulum nasional melalui konteks Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Dari Malang, dari PPG, kurikulum itu unik dan sekarang sudah masuk menjadi kurikulum nasional,” ujarnya.
Pada akhirnya, kemeriahan wisuda UIBU Malang bukan sekadar persoalan menghadirkan artis atau membuat seremoni lebih meriah. Di balik penampilan Fendy Kerispatih dan Guyon Waton, kampus ingin menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi pribadi kreatif, mandiri, berjiwa entrepreneur, sekaligus memiliki kepedulian sosial.
Di sisi lain, pernyataan Rektor UIBU mengenai konsep wisuda berhiburan yang telah diterapkan sejak 2012 menjadi penegasan tersendiri di tengah munculnya klaim mengenai siapa yang pertama kali mengusung konsep tersebut.






