Probolinggo,Sekilasmedia.com-Keselamatan dan konektivitas transportasi menjadi perhatian Pemerintah Kota Probolinggo dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026. Peringatan tersebut ditandai dengan apel bersama insan perhubungan di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (21/9/2026) pagi.
Mengusung tema *“Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”*, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial. Momentum Harhubnas dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen terhadap keselamatan perjalanan, kualitas pelayanan transportasi, hingga kemudahan mobilitas masyarakat.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin memimpin langsung apel yang melibatkan berbagai unsur transportasi, keamanan, serta petugas yang bersentuhan langsung dengan aktivitas mobilitas warga.
Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Kodim 0820, Polairud, Sabhara, Satlantas, Satpol PP, BPBD, Tagana, KSOP, UPT Terminal Bayuangga, motoris, PT KAI, Organda, pengemudi ojek online hingga juru parkir.
Keterlibatan berbagai unsur itu menggambarkan bahwa kelancaran transportasi tidak hanya bergantung pada satu institusi. Pengamanan, pelayanan, pengawasan hingga dukungan para pekerja lapangan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga mobilitas masyarakat.
Rangkaian peringatan Harhubnas juga diisi dengan kegiatan sosial. Sebelum apel berlangsung, Baznas Kota Probolinggo menyerahkan bantuan sosial kepada anak-anak yatim piatu serta pekerja sektor informal.
Bantuan juga menyasar sejumlah pekerja yang sehari-hari menjadi bagian penting dalam pergerakan masyarakat. Di antaranya petugas penjaga perlintasan kereta api, sopir angkutan perkotaan dan pengemudi ojek berbasis online.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap para pekerja sektor transportasi yang berada di lapangan dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan mobilitas warga.
Tidak berhenti pada kegiatan sosial, Pemkot Probolinggo juga mendorong perubahan dalam tata kelola layanan perparkiran. Hal itu ditandai dengan penyerahan rompi parkir secara simbolis kepada juru parkir yang telah menerapkan transaksi pembayaran menggunakan QRIS.
Rompi tersebut merupakan dukungan melalui program CSR Bank Jatim. Penerapannya menjadi bagian dari langkah digitalisasi layanan parkir di Kota Probolinggo.
Sistem pembayaran secara non-tunai diharapkan dapat membuat transaksi parkir lebih mudah bagi masyarakat. Di sisi pemerintah, digitalisasi juga diarahkan untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan penerimaan dari sektor perparkiran.
Dokter Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan pesan Menteri Perhubungan mengenai pentingnya keselamatan transportasi. Menurutnya, aspek keselamatan tidak semata-mata berkaitan dengan aturan administratif, tetapi menyangkut tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
“Para insan perhubungan diinstruksikan untuk selalu siaga menghadapi situasi darurat demi menjaga keselamatan serta kelancaran distribusi bantuan bagi masyarakat,” ujar Dokter Aminuddin.
Ia menegaskan bahwa sektor transportasi mempunyai posisi strategis dalam menghubungkan masyarakat dan wilayah. Konektivitas tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian.
Peran transportasi juga semakin penting dalam menghubungkan wilayah tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T. Konektivitas yang terjaga menjadi bagian dari upaya mendukung pemerataan pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan transportasi yang selama ini menjalankan tugas di lapangan.
Menurutnya, para pekerja transportasi memiliki peran langsung dalam memastikan masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan aman dan lancar.
“Integritas dan tanggung jawab harus menjadi landasan setiap insan perhubungan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Probolinggo memperkuat pelayanan transportasi melalui pemanfaatan teknologi. Digitalisasi parkir menjadi salah satu langkah yang mulai diterapkan untuk memperbaiki sistem pelayanan sekaligus mendukung pengelolaan pendapatan daerah.
Penerapan pembayaran parkir menggunakan QRIS sebelumnya telah diuji coba di kawasan car free day. Hasil penerapan tersebut menjadi pijakan untuk memperluas penggunaan transaksi non-tunai di lokasi lainnya.
Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat diterapkan di lebih banyak wilayah Kota Probolinggo. Dengan transaksi yang tercatat secara digital, pengelolaan parkir diharapkan semakin tertib dan transparan.
Langkah digitalisasi juga diarahkan untuk meminimalkan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. Pada saat yang sama, masyarakat mendapatkan alternatif pembayaran yang lebih praktis.
Rangkaian Harhubnas 2026 di Kota Probolinggo turut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Ketua DPRD Dwi Laskmi Shynta Kusumawardhani, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, jajaran Forkopimda, staf ahli dan asisten, kepala perangkat daerah serta para camat se-Kota Probolinggo.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan agenda bakti sosial berupa donor darah. Wali Kota Dokter Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Peringatan Harhubnas tahun ini pun menjadi momentum yang memadukan aspek keselamatan, pelayanan, kepedulian sosial dan transformasi digital. Seluruhnya diarahkan untuk mendukung sistem transportasi yang semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan keselamatan sekaligus pembenahan layanan berbasis teknologi, Pemkot Probolinggo menempatkan sektor perhubungan sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas warga dan konektivitas wilayah.






