POLISIKU

Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, 20 Kamar Diperiksa dan 30 Orang Jalani Tes Urine

×

Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, 20 Kamar Diperiksa dan 30 Orang Jalani Tes Urine

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas IIB Mojokerto bersama TNI, Polri, dan BNN Kota Mojokerto menggelar razia serta tes urine sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan narkoba. Petugas memeriksa 20 kamar dan mengamankan sejumlah barang untuk ditindaklanjuti. (Foto:Wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto melaksanakan razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) yang melibatkan TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto. Kegiatan diawali dengan apel bersama sebagai bentuk kesiapan petugas sebelum pelaksanaan razia dan tes urine, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan sekaligus bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan diikuti oleh jajaran Lapas Mojokerto bersama sejumlah APH.

Usai apel, petugas gabungan langsung menyusuri blok hunian dan melakukan pemeriksaan secara detail pada 20 kamar. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kamar dan barang-barang yang berada di dalamnya sebagai langkah deteksi dini sekaligus upaya mencegah masuk dan beredarnya barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Mojokerto.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang kemudian diamankan untuk dilakukan pendataan dan tindak lanjut sesuai ketentuan. Barang tersebut terdiri atas 7 sajam buatan, 5 sendok stainless, 1 silet, 1 pinset, 2 alat cukur, 8 set kartu remi, dan 1 set kartu domino.

BACA JUGA :  Berikan Apresiasi Bagi Pegiat Seni Budaya, Pemkot Kota Mojokerto Gelar Pawai Pembangunan

Kalapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa razia gabungan menjadi bentuk nyata komitmen Lapas dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat sinergi dengan APH. “Razia gabungan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas. Sinergi dengan TNI, Polri, dan BNN sangat penting untuk memperkuat deteksi dini serta mencegah adanya penyalahgunaan narkoba maupun masuknya barang-barang terlarang,” ujar Arifin.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Mojokerto, Damar Bastiar Amarapit, turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Sinergi antara Lapas dan BNN menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan. “Kegiatan seperti ini menjadi langkah preventif yang penting. Pemeriksaan dan tes urine secara bersama-sama dapat memperkuat upaya deteksi dini serta membangun komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dari narkoba,” ujar Damar.

Selain razia, kegiatan juga dilanjutkan dengan tes urine sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba. Sebanyak 10 petugas dan 20 narapidana mengikuti tes urine dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan tes urine dilakukan bersama jajaran terkait sebagai bagian dari penguatan komitmen Lapas Mojokerto dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

BACA JUGA :  Bersama PKK Desa Kaduara Timur, Polsek Prenduan Bagikan Masker

Kapten Cpm Agus Arianto selaku Dansatlakgakumwal turut menyampaikan apresiasinya. “Kami siap selalu mem-back up pengamanan di Lapas Mojokerto demi menjaga stabilitas keamanan wilayah,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kapolsek Magersari, Kompol Amat. “Sinergi pengamanan ini akan terus diperkuat secara berkala,” tuturnya.

Keterlibatan TNI, Polri, dan BNN Kota Mojokerto dalam kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Pemeriksaan dilakukan secara teliti dengan tetap memperhatikan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui razia gabungan dan tes urine ini, Lapas Mojokerto bersama APH menegaskan komitmen untuk terus memperkuat deteksi dini, mencegah gangguan keamanan, serta mewujudkan pelaksanaan 15 Program Aksi secara konsisten.