Daerah

Asap Kembali Mencekik Palembang Ancaman ISPA Mengintai Anak-Anak Alang-Alang Lebar

×

Asap Kembali Mencekik Palembang Ancaman ISPA Mengintai Anak-Anak Alang-Alang Lebar

Sebarkan artikel ini
Turun dari Puncak, Alang-Alang Lebar Masih 'Merah' dengan 91 Titik Api Waspadai Asap Tebal (Foto/Sekilasmedia.Com)

Palembang,Sekilasmedia.com-Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, pada Selasa (6/10/2026). Fenomena ini memicu kekhawatiran serius warga terhadap potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak. Situasi ini terjadi di tengah upaya pemerintah setempat yang masih berjuang menekan angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di zona merah kedua kota tersebut.

Berdasarkan data terkini hingga hari ini, tercatat sebanyak 91 titik lahan terbakar di wilayah Alang-Alang Lebar. Angka tersebut menempatkan kecamatan ini di peringkat kedua tertinggi kasus karhutla di Kota Palembang, turun dari posisi pertama yang sebelumnya sempat diduduki.

Camat Alang-Alang Lebar, Mukhtiar Hijrun, S.STP., mengakui adanya tren penurunan namun menekankan bahwa situasi tetap kritis. “Posisi kami sekarang urutan kedua. Sebelumnya kami peringkat pertama. Ini menunjukkan adanya penurunan, namun tetap harus diwaspadai karena jumlahnya masih signifikan,” ujar Hijrun saat dikonfirmasi di kantor camat.

BACA JUGA :  Kapolres Bangkalan Melakukan Pengecekan Penerapan Aplikasi Pedulilindungi di Wilayah Bangkalan

Kompleksitas Lahan dan Faktor Kelalaian Manusia.

Hijrun menyoroti dua hambatan utama dalam penanganan karhutla di wilayahnya. Pertama, kompleksitas status kepemilikan lahan yang bervariasi antara lahan pribadi dan perusahaan. Banyak pemilik lahan pribadi merupakan perantau yang tidak berada di Palembang, sehingga menyulitkan koordinasi untuk pencegahan maupun pemadaman.

Kedua, faktor penyebab dominan masih berasal dari kelalaian manusia. Aktivitas sepele seperti membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah tanpa pengawasan ketat menjadi pemicu utama kebakaran. “Penyebabnya sepele tapi berbahaya: puntung rokok dan bakar sampah tanpa dikawal. Kami terus mengingatkan masyarakat agar menghentikan aktivitas yang berpotensi memicu api,” tegasnya.

Strategi Tanggap Darurat: Dari Sosialisasi RT hingga Tandon Air.

Untuk memutus mata rantai kebakaran, pihak kecamatan bersama jajaran kelurahan telah mengintensifkan sosialisasi hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Edukasi difokuskan pada larangan membakar lahan dan pentingnya kewaspadaan dini.

Di sisi infrastruktur, Kecamatan Alang-Alang Lebar telah menyiapkan mekanisme respons cepat. Bantuan berupa tandon air (tedmon) berkapasitas 2.000 liter telah disebar ke berbagai titik strategis untuk mendukung pemadaman awal sebelum tim pemadam kebakaran (damkar) tiba.

BACA JUGA :  Polres Gresik Beri Pendidikan Lalu Lintas Operasi Keselamatan Semeru Kepada Guru SMA Muhammadiyah 1 GresikĀ 

“Kami sudah siapkan tedmon 2.000 liter. Jika masyarakat melihat titik api, segera lapor. Semakin cepat informasi masuk, semakin cepat penanganan dilakukan agar api tidak membesar dan asap tidak semakin pekat,” imbuh Hijrun. Tim kecamatan juga dinyatakan siaga penuh dari Senin hingga Sabtu untuk merespons laporan langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Peringatan Kesehatan bagi Warga.

Meskipun upaya pemadaman terus dilakukan, ketebalan asap akibat akumulasi sisa pembakaran dan titik api aktif telah mulai berdampak pada kesehatan.

Camat meminta warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan wajib menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas di luar.

“Masyarakat juga dihimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala ISPA, seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak ujarnya.

Penulis: WarnaniEditor: Erik