Daerah

Dari Perawatan Luka hingga Fisioterapi, SiCare Bondowoso Dekatkan Layanan Kesehatan ke Rumah

×

Dari Perawatan Luka hingga Fisioterapi, SiCare Bondowoso Dekatkan Layanan Kesehatan ke Rumah

Sebarkan artikel ini
Founder SiCare/Direktur Utama PT. SOMA Teguh Susilo, S.G., M.I.Kom saat dikonfirmasi pasca Grand Launching Layanan Homecare Berbasis Aplikasi Digital Platform dan Klinik Pratama SiCare (Foto: Sekilas Media Bondowoso)

Bondowoso,Sekilasmedia.com-Akses terhadap layanan kesehatan tidak selalu berhenti pada rumah sakit, puskesmas, atau klinik. Kebutuhan perawatan pasien di rumah juga menjadi bagian penting, terutama bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan, perawatan luka, fisioterapi, hingga layanan bagi lansia. Di tengah kebutuhan tersebut, SiCare hadir dengan menawarkan ekosistem layanan kesehatan berbasis rumah yang terintegrasi melalui platform digital dan Klinik Pratama SiCare.

Layanan homecare berbasis aplikasi digital tersebut resmi diluncurkan dalam kegiatan Grand Launching Layanan Homecare Berbasis Aplikasi Digital Platform dan Klinik Pratama SiCare di Paseban Alun-Alun Kabupaten Bondowoso, Minggu (25/10/2026). Founder SiCare sekaligus Direktur Utama PT SOMA, Teguh Susilo, S.H., M.I.Kom., menyampaikan bahwa kehadiran SiCare tidak sekadar ditujukan untuk menyediakan aplikasi, tetapi membangun keterhubungan antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Tiga Mesin SiCare: Platform Digital, Klinik, dan Ekosistem Homecare

Dalam sambutannya pada peluncuran tersebut, Teguh menjelaskan bahwa SiCare dibangun melalui tiga komponen utama yang disebutnya sebagai tiga mesin. Ketiganya meliputi platform digital, Klinik Pratama SiCare, dan ekosistem pelayanan kesehatan berbasis rumah.

Mesin pertama adalah platform digital yang dirancang untuk menghubungkan pasien, keluarga, dan penyedia layanan kesehatan. Sistem tersebut mencakup pemesanan layanan, pembayaran melalui payment gateway, serta pengelolaan rekam medis dan pelaporan.

Mesin kedua adalah Klinik Pratama SiCare. Menurut Teguh, keberadaan klinik menjadi bagian dari upaya membangun layanan yang memiliki landasan kelembagaan dan pengawasan medis. Sementara itu, mesin ketiga adalah ekosistem layanan kesehatan berbasis rumah yang menghubungkan berbagai unsur pelayanan agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih dekat.

Dalam sambutannya, Teguh menyebut konsep yang dibawa SiCare sebagai integrated home-based health care ecosystem, yakni ekosistem layanan kesehatan berbasis rumah yang terintegrasi.

Ia juga menempatkan SiCare sebagai bagian dari transformasi kesehatan yang dicanangkan pemerintah, khususnya dalam penguatan pelayanan kesehatan primer, pemanfaatan teknologi, dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Layanan Perawatan Dibawa Lebih Dekat ke Rumah

Dalam wawancara setelah kegiatan peluncuran, Teguh kembali menegaskan bahwa SiCare ditujukan untuk memudahkan masyarakat memperoleh layanan perawatan kesehatan di rumah. Menurutnya, platform tersebut menghubungkan warga yang membutuhkan layanan dengan tenaga kesehatan yang dapat memberikan perawatan sesuai kebutuhan.

“Si Care suatu ekosistem kesehatan berbasis rumah yang terintegrasi,” ujar Teguh saat diwawancarai seusai kegiatan.

Ia menjelaskan, kebutuhan masyarakat yang hendak dijawab melalui SiCare mencakup pendampingan pasien, perawatan luka, fisioterapi, dan pendampingan lansia. Dengan layanan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki alternatif untuk memperoleh perawatan di rumah tanpa harus mengurus seluruh kebutuhan pelayanan secara konvensional.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Lumajang Lepaskan Jabatan Gegara Tak Hafal Sila ke- 4 Pancasila

Teguh juga menilai layanan berbasis rumah dapat membantu memperluas jangkauan pelayanan fasilitas kesehatan yang telah ada.

“Kami membantu rumah sakit, membantu puskesmas, memperpanjang tangan mereka supaya memberikan pelayanan di rumah setiap warga,” jelasnya dalam wawancara.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa SiCare memosisikan diri sebagai penghubung antara kebutuhan perawatan di rumah dan tenaga kesehatan. Namun, pelaksanaan setiap layanan tetap perlu mengikuti kewenangan tenaga kesehatan, ketentuan yang berlaku, serta kebutuhan medis masing-masing pasien.

Klinik Pratama dan Pengawasan Dokter

Aspek legalitas dan pengawasan menjadi bagian lain yang disoroti Teguh. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tenaga kesehatan yang memberikan layanan melalui SiCare akan melalui proses verifikasi sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, proses tersebut dimaksudkan untuk menyeleksi tenaga kesehatan yang layak memberikan layanan di rumah warga. Ia juga menyatakan bahwa SiCare berkomitmen menjalankan layanan sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Penjelasan tersebut diperinci kembali dalam wawancara setelah acara. Teguh menyebut SiCare beroperasi melalui dua entitas, yakni platform digital sebagai penyelenggara sistem elektronik dan Klinik Pratama SiCare sebagai bagian dari penyelenggaraan layanan kesehatannya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan keperawatan, pendampingan lansia, serta pelayanan promotif dan preventif berada dalam pengawasan dokter. SiCare, lanjutnya, bekerja sama dengan dua dokter, yaitu dokter penanggung jawab dan dokter jaga klinik.

Adapun Klinik Pratama SiCare berlokasi di Sekar Putih, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso.

Keberadaan klinik dan pengawasan dokter menjadi aspek penting dalam layanan berbasis rumah. Meski demikian, informasi mengenai legalitas operasional, cakupan kewenangan layanan, dan mekanisme pengawasan tetap perlu dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai bentuk pelayanan yang tersedia.

Peluang Kerja bagi Tenaga Kesehatan Muda Bondowoso

Selain menawarkan kemudahan akses layanan, SiCare membawa misi membuka peluang kerja bagi tenaga kesehatan muda yang belum terserap di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Teguh menyoroti keterbatasan daya serap lapangan kerja bagi sebagian lulusan keperawatan dan kebidanan. Ia menilai tenaga kesehatan yang belum memperoleh pekerjaan sesuai bidangnya perlu mendapatkan alternatif kesempatan kerja.

“Ijazahnya tidur. Si Care hadir untuk membangunkan itu,” ujar Teguh dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa SiCare ingin membuka ruang kerja melalui layanan homecare, sekaligus membangun jenjang karier yang layak bagi tenaga kesehatan yang bergabung sebagai mitra.

Teguh juga menyatakan bahwa perusahaan memiliki pengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia dan berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun sistem karier bagi tenaga kesehatan muda di Bondowoso.

BACA JUGA :  Kalemdiklat Polri Berikan Pengarahan Sesuai SOP Penanganan Bencana di Lumajang

Meski demikian, besarnya peluang kerja yang dapat disediakan SiCare akan bergantung pada kebutuhan layanan, jumlah pasien, ketersediaan tenaga kesehatan, serta perkembangan operasional perusahaan. Karena itu, dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja perlu dilihat melalui realisasi perekrutan dan keberlanjutan pekerjaan yang tersedia.

Tiga Komitmen dan Ambisi dari Bondowoso untuk Indonesia

Dalam sambutannya, Teguh menguraikan tiga komitmen utama SiCare. Pertama, menghadirkan layanan yang dapat membantu keluarga di Bondowoso memperoleh perawatan kesehatan di rumah. Kedua, membuka kesempatan kerja bagi tenaga kesehatan muda yang belum terserap. Ketiga, mengembangkan layanan yang berangkat dari Bondowoso untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.

Ia menyatakan bahwa SiCare ingin tumbuh dari daerah menuju tingkat provinsi hingga nasional. Teguh juga menyebut adanya kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi, termasuk Akper Ditika, sebagai bagian dari upaya pengembangan ekosistem tersebut.

Dalam wawancara setelah peluncuran, Teguh kembali menyampaikan harapannya agar SiCare dapat diterima masyarakat dan memudahkan akses terhadap layanan perawatan yang tersedia.

Ia menyebut aplikasi SiCare dapat diunduh melalui App Store untuk perangkat iOS dan Google Play Store untuk Android. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai jenis layanan, ketersediaan tenaga kesehatan, prosedur pemesanan, tarif, serta wilayah jangkauan sebelum menggunakan layanan.

Kemudahan Akses Harus Diikuti Kualitas Pelayanan

Kehadiran SiCare menawarkan pendekatan yang menghubungkan teknologi digital dengan kebutuhan perawatan kesehatan di rumah. Bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan pasien, perawatan luka, fisioterapi, atau layanan lansia, model tersebut berpotensi menjadi alternatif akses pelayanan.

Di sisi lain, keberhasilan layanan kesehatan berbasis aplikasi tidak cukup diukur dari peluncuran platform atau kemudahan pemesanan. Kompetensi tenaga kesehatan, kepastian legalitas, perlindungan data pasien, transparansi biaya, pengawasan medis, serta mekanisme pengaduan menjadi unsur penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Bagi SiCare, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa integrasi platform digital, klinik, dan tenaga kesehatan dapat berjalan secara konsisten. Sementara bagi masyarakat, informasi yang transparan mengenai layanan dan standar pelayanan menjadi dasar untuk menentukan pilihan secara aman dan sesuai kebutuhan.

Dengan membawa gagasan layanan kesehatan dari rumah, SiCare berupaya mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan peluang kerja tenaga kesehatan. Seberapa jauh manfaat tersebut dapat dirasakan akan terlihat dari kualitas pelayanan, keberlanjutan operasional, dan kepercayaan warga Bondowoso terhadap layanan yang disediakan.