Kediri,Sekilasmedia.com-Pasca-terpilih kembali memimpin Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kediri, Drs. H. Sentot Djamaluddin langsung tancap gas menyusun strategi pemenangan pemilu. Sentot menegaskan bahwa langkah awal yang akan diambil oleh struktural partai adalah melakukan pencalonan dini dan penataan bakal calon legislatif (caleg) di seluruh Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Kediri.
Dalam keterangannya di hadapan para kader, Sentot menekankan bahwa kehadiran fisik dan kerja nyata para kader di tengah-tengah masyarakat merupakan kunci utama bagi PKB agar makin melekat di hati warga. Menurutnya, eksistensi partai harus dirasakan langsung melalui pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran itu sangat penting supaya PKB bisa dikenal di masyarakat. Jadi, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa kita tampung. Kebetulan kita sebagai anggota fraksi di DPRD bisa membandingkan dan menyelaraskan aspirasi tersebut dengan APBD. Apa pun program yang ada di Kabupaten, bisa kita lunturkan dan realisasikan langsung ke masyarakat,” ujar Sentot.
Menghadapi kontestasi politik ke depan, DPC PKB Kabupaten Kediri tidak ingin kehilangan momentum. Sentot mengungkapkan bahwa mesin partai telah bergerak melakukan pemetaan wilayah dan menjaring figur potensial, termasuk menyusun strategi khusus untuk wilayah Dapil 6.
Tidak tanggung-tanggung, PKB Kabupaten Kediri mematok target ambisius namun realistis untuk pemilu legislatif mendatang.
“Artinya kita harus ada pencalonan dini. Hari ini kita sudah menata caleg-caleg di beberapa dapil. Kita harus sudah menyusun daftarnya, termasuk Dapil 6. Saat ini kita menyiapkan target meraih 13 kursi legislatif. Hitungan realistisnya harusnya 11 kursi, namun dengan kembalinya kader-kader lama yang potensial, kita optimis bisa menambah dua kursi lagi menjadi 13,” lanjutnya.
Ketika disinggung mengenai arah kebijakan partai terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kediri, Sentot memilih untuk bersikap realistis dan penuh perhitungan. Ia menegaskan bahwa PKB akan fokus total pada pemenangan kursi parlemen terlebih dahulu sebelum bicara soal kursi eksekutif.
“Untuk Kepala Daerah, kita masih melihat bagaimana posisi PKB ke depan. Saat ini kita akan fokus dulu kepada legislatif. Setelah hasil pemilu legislatif terlihat, baru kemudian kita bisa membaca peta kekuatan dan melihat peluang PKB di Pilkada yang akan datang,” pungkasnya.






