Daerah

Usia Senja Bukan Penghalang 60 Lansia Palembang Raih Gelar “Sarjana Kehidupan” Di Sekolah Lansia 2026

×

Usia Senja Bukan Penghalang 60 Lansia Palembang Raih Gelar “Sarjana Kehidupan” Di Sekolah Lansia 2026

Sebarkan artikel ini
Sehat, Mandiri, Bermartabat: Resep Baru Pemkot Palembang Hadapi Bonus Demografi Usia Lanjut ( Foto/Sekilasmedia.Com)

Palembang,Sekilasmedia.com-Semangat belajar tidak mengenal batas usia. Hal ini dibuktikan oleh 60 lanjut usia (lansia) di Kota Palembang yang resmi diwisuda dari Program Sekolah Lansia Tangguh Ceria dan Nurul Furqon Tahun 2026. Acara wisuda yang digelar pada Kamis (29/10/2026) di Ruang Pertemuan Parameswara ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam memperkuat pemberdayaan lansia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, SH, MM, yang membuka acara tersebut menegaskan bahwa lansia bukan sekadar kelompok yang membutuhkan pendampingan, melainkan individu dengan potensi besar untuk terus berkontribusi.

“Para lansia memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan. Melalui pemberdayaan yang tepat, mereka dapat tetap sehat, mandiri, produktif, serta berperan aktif di tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Aprizal.

Ia menambahkan, dukungan terhadap lansia harus menjadi perhatian bersama agar mereka dapat menjalani masa tua dengan kualitas hidup baik, mandiri, dan merasa dihargai.

Konsep Lansia SMART dan Tujuh Dimensi Tangguh.

BACA JUGA :  Pemerintah Kabupaten Asahan Gelar GPM

Program Sekolah Lansia ini dirancang sebagai respons terhadap fenomena aging population atau meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia. Pembelajaran yang berlangsung selama enam bulan dengan 10 kali pertemuan ini mengadopsi konsep Lansia SMART. Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.

Materi pembelajaran mencakup tujuh dimensi ketangguhan lansia, yaitu spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, serta lingkungan. Narasumber didatangkan langsung dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memberikan edukasi kesehatan dan keterampilan hidup sehari-hari.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang, Candra Kurniadi, S.Kom, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperluas program Lansia Berdaya (SIDAYA).

“Tujuannya bukan semata pendidikan formal, melainkan mendorong peserta agar tetap produktif dan mampu merawat diri tanpa bergantung sepenuhnya pada anak atau cucu,” jelas Candra.

Target Perluasan ke Seluruh Kecamatan.

Dari 60 peserta yang diwisuda, terdiri dari 13 laki-laki dan 47 perempuan dengan rentang usia 60 hingga 80 tahun. Mereka berasal dari dua lokasi sekolah:
1. Sekolah Lansia Tangguh Ceria di Kecamatan Ilir Timur Satu (30 peserta).
2. Sekolah Lansia Nurul Furqon** di Kecamatan Seberang Ulu Satu (30 peserta).

BACA JUGA :  Antisipasi Bencana Banjir, Pemkot Batu Upayakan Normalisasi Sungai Paron

Meski sukses meluluskan angkatan pertama, cakupan program ini masih sangat kecil dibandingkan jumlah populasi lansia. Candra mencontohkan, di Kecamatan Ilir Timur Satu saja terdapat sekitar 8.000 lansia, namun baru 30 orang yang terfasilitasi.

Harapan kita, Sekolah Lansia ini dapat dikembangkan di seluruh kecamatan di Kota Palembang. Dengan dukungan anggaran yang memadai, semakin banyak lansia yang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini,” harap Candra.

“Pemkot Palembang optimistis bahwa para lulusan akan menjadi agen perubahan yang menerapkan gaya hidup sehat dan mandiri, sekaligus memperkuat kohesi sosial di lingkungan masing-masing. Ke depan, ekspansi program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah agar setiap lansia di Palembang dapat menikmati masa tua yang bahagia dan bermartabat.