Daerah

Dari Kesehatan hingga Kewirausahaan, Inovasi Al-Amien Kediri Jadi Inspirasi Pesantren Sehat

×

Dari Kesehatan hingga Kewirausahaan, Inovasi Al-Amien Kediri Jadi Inspirasi Pesantren Sehat

Sebarkan artikel ini
Dari Kesehatan hingga Kewirausahaan, Inovasi Al-Amien Kediri Jadi Inspirasi Pesantren Sehat.(Foto:Ist/sama/sekilasmedia.com)

Kediri, Sekilasmedia.com–Pondok Pesantren Al-Amien Kota Kediri mengembangkan berbagai inovasi untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat sekaligus membangun kemandirian santri. Mulai dari penguatan layanan kesehatan fisik dan mental, penyediaan pangan secara mandiri, hingga pembekalan keterampilan kewirausahaan menjadi bagian dari praktik baik yang dikembangkan pesantren tersebut.

Berbagai inovasi tersebut menjadi perhatian dalam Penilaian Lapangan Lomba Implementasi Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi Pesantren Sehat atau IKI PESAT Jawa Timur 2026 di Pondok Pesantren Al-Amien, Jumat (30/10/2026). Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyambut langsung kedatangan tim verifikasi sekaligus memperkenalkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan. Kota Kediri sendiri berhasil menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota yang lolos ke tahap verifikasi lapangan.

Mbak Wali menjelaskan, Pondok Pesantren Al-Amien tidak hanya mengembangkan program yang berfokus pada kesehatan, tetapi juga membangun kemandirian serta membekali santri dengan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depan. Salah satu inovasinya adalah peternakan sapi yang menghasilkan susu pasteurisasi dan produk olahan susu bermerek YAS Susu melalui kerja sama dengan laboratorium UNISKA. Selain itu, terdapat peternakan kambing, ayam petelur, budi daya ikan konsumsi, serta tanaman pangan yang mendukung ketersediaan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan santri. Kemandirian ekonomi juga diperkuat melalui usaha percetakan yang menjadi sarana bagi santri untuk mengembangkan kreativitas, mempelajari keterampilan, dan mengenal dunia usaha. “Pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari ilmu agama, tetapi juga membekali santri dengan kemandirian yang bermanfaat ketika terjun ke tengah masyarakat, kehidupan berbangsa, dan bernegara,” jelasnya.

Dari aspek kesehatan, Pondok Pesantren Al-Amien juga memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), kerja sama pelayanan kesehatan dengan RSUD Daha Husada, penerapan rekam medis elektronik bersama IIK Bhakti Wiyata, serta layanan konseling psikologis bersama DP3AP2KB Kota Kediri. Menurut Mbak Wali, kesehatan santri tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan pemenuhan makanan bergizi, tetapi juga mencakup kesehatan mental serta terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman. Santri perlu memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi agar memperoleh pendampingan yang tepat. “Pesantren Sehat bukan hanya tentang kebersihan lingkungan atau tersedianya fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, Pesantren Sehat adalah tempat para santri dapat menimba ilmu dengan nyaman, tumbuh sehat secara fisik dan psikis, sekaligus mengembangkan potensi terbaik serta kemandirian mereka,” ujarnya.

BACA JUGA :  11.000 RUMAH YANG SUDAH DI BANGUN OLEH PEMERINTAH KAB LUMAJANG

Mbak Wali juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, RSUD Gambiran, RSUD Daha Husada, RS Kilisuci, Puskesmas Kota Wilayah Selatan, serta seluruh pihak yang telah mendampingi Pondok Pesantren Al-Amien dalam mengembangkan berbagai inovasi tersebut.

Sementara itu, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien, K.H. Anwar Iskandar, menegaskan bahwa transformasi kesehatan perlu menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Santri merupakan generasi yang kelak akan menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat. Karena itu, pembiasaan hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini agar tidak hanya menjadi rutinitas selama berada di pesantren, tetapi juga tumbuh menjadi karakter dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

K.H. Anwar Iskandar menjelaskan, mewujudkan Pesantren Sehat tidak cukup hanya dengan menyediakan lingkungan, sarana, dan prasarana yang memadai. Kesadaran dan kedisiplinan seluruh warga pesantren juga perlu dibangun agar perilaku hidup sehat menjadi kebiasaan yang melekat. Dengan demikian, pesantren dapat menjadi pusat pembelajaran perilaku hidup sehat yang melahirkan generasi yang mampu membawa kebiasaan positif ke tengah masyarakat. “Harapannya, kesehatan dapat dipahami sebagai kebutuhan pokok dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari seluruh warga pesantren,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Tim Kelompok Kerja Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Malik Afif mengungkapkan bahwa kunjungan verifikasi ke Pondok Pesantren Al-Amien bukan semata-mata untuk melakukan penilaian atau membandingkan penerapan Pesantren Sehat antarpesantren. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi tim provinsi untuk menggali dan mempelajari praktik baik yang dapat direplikasi di pondok pesantren lain di Jawa Timur. Mengingat jumlah pondok pesantren di Jawa Timur mencapai sekitar 7.000, berbagai inovasi yang telah berjalan di Pondok Pesantren Al-Amien diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan Pesantren Sehat secara lebih luas. “Kami ingin belajar di Pondok Pesantren Al-Amien ini. Melihat dan memotret, agar nantinya apa yang kita pelajari di pondok pesantren ini bisa kita bawa dan tularkan kepada pondok pesantren-pondok pesantren lain di Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kelurahan Kedopok Kenalkan Budaya Lokal melalui Kirab Budaya 2023 09 August 2023

Lebih lanjut, Malik Afif menerangkan bahwa konsep Pesantren Sehat menitikberatkan pada kemandirian dan pemberdayaan santri, salah satunya melalui pembentukan kader Santri Husada. Santri terpilih akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan agar mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjadi teladan, serta mengajak santri lainnya melakukan hal serupa. Pondok pesantren juga diharapkan rutin melaksanakan Survei Mawas Diri (SMD) untuk mengidentifikasi kondisi, permasalahan, dan kebutuhan kesehatan yang perlu ditindaklanjuti secara mandiri. Selain itu, pemeliharaan kesehatan lingkungan dan sanitasi serta penguatan pelayanan kesehatan menjadi aspek penting, termasuk pencegahan dan penanganan TBC, pencegahan stunting, hingga pelayanan kesehatan jiwa. “Kami ingin dalam Pesantren Sehat ini, pondok pesantren bisa punya jalur yang jelas ketika ada santri-santri maupun para pengajar di pondok pesantren yang sakit, sehingga pengobatannya tidak terlambat,” jelasnya.

Melalui penilaian lapangan ini, berbagai praktik baik Pondok Pesantren Al-Amien diharapkan tidak hanya memperkuat penerapan Pesantren Sehat di Kota Kediri, tetapi juga menjadi referensi bagi pengembangan pesantren yang sehat, mandiri, dan berdaya di Jawa Timur.

Turut hadir, Ibu Nyai Hj. Yayan Handayani, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, perwakilan Biro Kesra, perwakilan Unusa, perwakilan Kemenag Jawa Timur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Indun Munawaroh, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri A. Zamroni, Ketua PCNU K.H. Abu Bakar Abdul Jalil, kepala OPD terkait, serta segenap tim juri.

Penulis: SamanEditor: Kaylla