Olahraga

Bidik 25 Emas di POPDA Jatim 2026, Kota Malang Andalkan 335 Atlet Pelajar

×

Bidik 25 Emas di POPDA Jatim 2026, Kota Malang Andalkan 335 Atlet Pelajar

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat melepas atlet pelajar dalam POPDA XV dan PEPARPEDA III Jawa Timur 2026 di halaman depan Balai Kota Malang (foto Basuki).

Malang, sekilasmedia.com– Semangat mengejar prestasi olahraga kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Malang. Sebanyak 335 atlet pelajar disiapkan untuk membawa nama Kota Malang dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026.

Kontingen tersebut secara resmi dilepas Wali Kota Malang Wahyu Hidayat di halaman depan Balai Kota Malang, Senin (2/11/2026). Mereka akan berlaga di Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah utama penyelenggaraan kompetisi olahraga pelajar tingkat Jawa Timur tersebut.

Selain 335 atlet POPDA, Kota Malang juga mengirimkan satu atlet PEPARPEDA serta 20 atlet yang akan mengikuti pertandingan ekshibisi. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi prestasi sekaligus memperkuat pembinaan olahraga pelajar secara berkelanjutan.

Di hadapan para atlet, Wahyu menyampaikan kebanggaannya terhadap seluruh peserta yang berhasil lolos seleksi dan kualifikasi hingga dipercaya mewakili Kota Malang. Menurutnya, kesempatan tersebut bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui proses latihan, persiapan, dan perjuangan panjang.

“Mereka memang dari pelajar-pelajar pilihan yang sudah berlatih dan sudah menjalankan kualifikasi dan akhirnya bisa mewakili Kota Malang dalam event ini,” ungkap Wahyu.

Optimisme Kota Malang semakin menguat setelah sejumlah cabang olahraga mulai menyumbangkan medali. Hingga Senin (2/11/2026), kontingen Kota Malang telah mengoleksi tiga medali emas, tiga perak, dan lima perunggu.

BACA JUGA :  Cakra Fun Run Jadi Pesta Olahraga Rakyat, Ribuan Peserta Semarakkan HUT ke-65 Kostrad

Capaian awal tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wahyu. Ia berharap keberhasilan yang telah diraih dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet lainnya untuk memberikan hasil terbaik selama pertandingan berlangsung.

“Mudah-mudahan terbaik yang dapat kita raih, karena sampai hari ini saja kita sudah dapat tiga emas. Mudah-mudahan ini juga bisa memberikan semangat mereka yang kita berangkatkan dan tentunya kami berharap hasil terbaik, prestasi terbaik dengan tetap menjaga sportivitas,” tuturnya.

Namun, bagi Wahyu, prestasi tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang dibawa pulang. Sikap sportif, kedisiplinan, kekompakan, serta kemampuan menghargai lawan juga menjadi bagian penting dari karakter seorang atlet.

Karena itu, ia berpesan agar seluruh kontingen bertanding dengan penuh keyakinan, tidak mudah menyerah, menjaga kesehatan, serta mengikuti arahan pelatih dan ofisial. Para atlet juga diminta menjaga nama baik Kota Malang di setiap pertandingan.

“Jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang dan meningkatkan prestasi. Bertandinglah dengan penuh keyakinan, jangan mudah menyerah, dan tunjukkan bahwa kalian mampu memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, dan Kota Malang,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam POPDA XV dan PEPARPEDA III merupakan bagian dari kesinambungan pembinaan atlet pelajar.

BACA JUGA :  Wagub Sumsel Buka Sriwijaya Open Swimming Championship Piala Gubernur 2025

Pada POPDA XV, Kota Malang mengikuti 27 cabang olahraga. Sementara pada PEPARPEDA III, kontingen mengikuti satu cabang olahraga, ditambah tiga cabang olahraga ekshibisi.

Dari hasil sementara, tiga medali emas yang telah dikumpulkan kontingen Kota Malang berasal dari cabang olahraga akuatik. Raihan tersebut sekaligus memenuhi target medali emas yang ditetapkan untuk cabang olahraga tersebut.

“Target akuatik itu tiga emas, alhamdulillah sudah terpenuhi. Mudah-mudahan target dari cabor-cabor lainnya bisa juga terpenuhi. Target kami dapat 25 emas,” ungkap Arif.

Target 25 medali emas menjadi tantangan tersendiri bagi kontingen Kota Malang. Dengan masih berlangsungnya sejumlah pertandingan, peluang untuk menambah perolehan medali tetap terbuka.

Pelepasan kontingen ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pembinaan olahraga pelajar tidak hanya berorientasi pada kompetisi sesaat. Lebih dari itu, POPDA dan PEPARPEDA menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun mental juara, serta membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet potensial yang kelak mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Kini, harapan Kota Malang bertumpu pada perjuangan para atlet di arena pertandingan. Bukan hanya untuk mengejar target 25 emas, tetapi juga membuktikan bahwa prestasi lahir dari proses pembinaan, disiplin, kerja keras, dan sportivitas.

Penulis: S Basuki