
LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Beberapa Waktu yang lalu tepatnya (03/11) Kapolres Lumajang mendapat penghargaan atau rewards dari Media, karena keberaniannya membongkar sindikat “White Collar Crime” yang dijalankan oleh 3 perusahaan yaitu, oleh PT. Amoeba Internasional, PT. QN International Indonesia dan PT. Wira Muda Mandiri melalui bisnis Q-Net yang sudah berjalan 21 Tahun di Indonesia. Senin, (11/11/2019).
Ketiga perusahaan tersebut berbagi peran dan menjalankan penipuan. mereka juga sedemikian rupa mampu memanfaatkan regulator dan asosiasi sehingga jejak kejahatan mereka sulit terdeteksi. dengan bekal legalitas dari APLI dan Deperindag, Q-Net melakukan penipuan investasi pada Masyarakat kecil. tapi sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga akibat terpatok Tim Cobra Polres Lumajang.
Q-Net telah melakukan penipuan investasi dan menjalankan bisnis model skema piramida yang jelas-jelas telah dilarang oleh perundang-undangan yang berlaku. Mereka pun juga mencoba mengelabuhi hukum yang ada di Indonesia. Meskipun telah banyak korban berjatuhan dan telah menjalankan bisnisnya di 182 Negara, namun baru Kapolres Lumajang bersama Tim Cobra yang berani menumpas tindak kejahatan tersebut.
Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP. DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK.MH.MM.,mengatakan, bahwa pihaknya sangat tersanjung atas pemberian suatu penghargaan tersebut. “Pertama kali saya membongkar kejahatan ini karena banyak korban yang berjatuhan. Bahkan mereka sampai menjual harta bendanya mulai dari sapi, sawah dan ada pula yang bunuh diri karena terlilit hutang akibat iming-iming pasti kaya hanya dengan sekali beli produk Q-Net. Doktrin UGD yaitu Utang, Gadai dan Dol (jual) menjadi senjata pamungkas Q-Net dalam memperdaya Masyarakat.
Lebih lanjut pria lulusan S3 Unpad tersebut menambahkan kalau penghargaan hanyalah bonus baginya “Saya sangat berterima kasih kepada media yang telah memberikan penghargaan ini kepada saya. Namun menurut saya mendapatkan penghargaan seperti ini hanyalah bonus, karena tujuan utama saya sebenarnya tidak ingin ada korban-korban Masyarakat kecil lagi. saya sangat sedih mendengar langsung Masyarakat yang sampai menjual sawahnya, menjual sapinya dan bahkan sampai terlilit hutang di rentenir dan di Bank akibat termakan janji – janji pasti kaya kalau membeli produk QNet” terang Arsal
Sebagai catatan, pengharagaan tersebut diberikan oleh koran harian Pojok Kiri sekaligus acara syukuran ulang tahun yang ke- 4. Acara tersebut dilangsungkan di Hotel Santika Jalan Pandegiling 45 Raya Darmo Surabaya,”Pungkasnya.(Shelor)











