Probolinggo, Sekilasmedia.com – Edukasi gizi sangat penting untuk masa depan anak bangsa sebagai salah satu upaya menekan angka stunting yang jadi permasalahan nasional. Hal ini diuraikan Sekda Kota Probolinggo dr Ninik Ira Wibawati kala membuka acara Edukasi Gizi di GOR Mastrip Kedopok, Sabtu (18/01).
“Ibu adalah madrasah bagi anaknya serta menjadi ujung tombak keberhasilan gizi di keluarga. Untuk itu perlu ditingkatkan pengetahuannya melalui seminar edukasi Indonesia SIAP (sadar gizi, inisiatif, aktif dan peduli),” imbuhnya.
Dihadapan seribu peserta, ia berharap peran serta seluruh elemen dalam menekan angka stunting tersebut. Selaras dengan itu, Ketua TP PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi Zainal Abidin menuturkan jika pemenuhan gizi harus diperhatikan sejak janin dalam kandungan ibu.
“Jika zat gizi yang diterima ibu tidak mencukupi, janin akan kurang gizi dan lahir dengan berat badan rendah. Konsekuensinya gagal tumbuh pada golden age (usia emas) yang berakibat menjadi stunting. Diperlukan kesadaran dan perhatian bersama. Hilangkan mitos terlambat tumbuh kembang dikarenakan faktor genetik. Saya sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini,” ujar istri Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin ini.
Pada kesempatan itu, Aminah menyerahkan paket tambahan gizi secara simbolis yang diwaliki oleh anggota TP-PKK yang selama ini berkecimpung dengan posyandu dan balita.
Rangkaian road show ini dilaksanakan di 15 daerah se Indonesia oleh Pergizi Pangan Indonesia. Kota Probolinggo merupakan daerah ke 11 yang disinggahi. Narasumber dalam seminar ini, Prof. Dr. Mamik Sri Sumarni yang membahas tentang stunting.(hm/rul)