
Probolinggo, sekilasmedia.com – Kecamatan Wonoasih punya Hajat Kali ini, kantor yang dipimpin Camat Deus Nawandi itu menggelar kampanye Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, Launching Kampung Informasi Masyarakat (KIM) dan Bazaar Pelayanan, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perum Sumber Taman, Kelurahan Sumber Taman, Minggu (26/1).
Sekira pukul 05.00 WIB pagi, sudah terlihat kesibukan disana. RTH yang berada di tengah-tengah pemukiman warga, disulap menjadi pasar dadakan. Tenda, kursi, bedak dan sebuah panggung didirikan. Pelaku UKM setempat pun tak mau ketinggalan, ikut andil menyemarakkan akhir pekan kali ini.
Beragam pelayanan gratis disiapkan. Seperti layanan donor darah bersama UTD PMI Kota Probolinggo, layanan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dan cetak Kartu Identitas Anak (KIA) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), layanan cek kesehatan dari Puskesmas Wonoasih dan layanan informasi pelanggan & pembayaran rekening bersama Tirta Dharma Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Probolinggo.
Mengawali giat pagi tadi, dilakukan senam bersama yang diikuti oleh Ibu PKK dan warga Komplek Perum Sumber Taman bersama Ibu Camat dan Lurah setempat.
Ditemui di sela-sela acara, Camat Wonoasih Deus Nawandi mengatakan, dalam hal ini, keluarga besar Kecamatan Wonoasih yang membawahi 6 kelurahan itu, ikut berpartisipasi dalam zona integritas. Tujuannya guna memberikan pelayanan yang baik, berkualitas, prima serta bersih dari korupsi dan nepotisme.
“Jek Marengen Pa Nappah (jangan memberikan sesuatu apapun). Mulai saat ini saya canangkan komitmen kita bersama dengan membangun Zona Integritas yang bebas dari Pungli atau Korupsi. Saya jamin, pelayanan di tingkat kelurahan sampai kecamatan adalah nol rupiah. Jadi apabila menemukan ada oknum perangkat yang menerima upah, catat namanya, lalu laporkan!,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aman Suryaman yang turut hadir menyampaikan bahwa giat pagi tadi sekaligus juga menjadi ajang merefresh keberadaan KIM.
KIM adalah kelompok yang membentuk diri, berisikan orang-orang yang peduli terhadap lingkungan dan pembangunan di daerahnya untuk berbagi informasi. KIM itu sendiri, lanjutnya, terdiri dari berbagai unsur seperti kelompok pemuda, usaha, pengusaha dan lain sebagainya, yang bertugas berbagi informasi yang bersumber dari pemerintah atau masukan-masukan positif masyarakat.
“Harapannya KIM ini menjadi ujung tombak untuk kondisi yang lebih kondusif dengan memanfaatkan sarana berbagi, di zaman terkini. Yakni dengan adanya fasilitas internet. Medianya bisa menggunakan website, facebook, instagram dan lain-lain dengan ditunjang fasilitas wifi yang dalam hal ini difasilitasi Diskominfo,” tandasnya. (hm/fahrul)











