
Pamekasan, Sekilasmedia.com– Puluhan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi gerakan FAMAS (Front Aksi Massa) melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Kecamatan Kota pamekasan, Senin, (24/02)
Mereka menuntut klarifikasi atas kegiatan proyek anggaran rehabilitasi kantor melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) 2019 yang ada di kantor kecamatan kota pamekasan dengan besar anggaran sekitar Rp.188 juta. Satu diantaranya pembangunan pagar dan taman Kantor Kecamatan yang sudah hancur, padahal serah terima dari pihak rekanan dengan pihak kecamatan masih dua bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 13 Desember 2019.
Menyikapi demo warga, Camat Kota Pamekasan Saudi Rahman meyakinkan bahwa robohnya pagar Kecamatan itu murni karena bencana alam. Tidak ada hubungannya dengan kurang perencanaan pengerjaan.
“Pada Senin (17/02) terjadi hujan lebat mulai siang hingga malam hari, yang mengakibatkan banjir dan genangan air dimana-mana. Hal ini yang mengakibatkan pagar roboh,” ujarnya saat turun menemui peserta aksi.
Namun hal ini dibantah oleh Ketua aksi Abdus Marhaen Salam. Menurutnya kasus ini memang kurang perencanaan.
“Seandainya urukan taman itu dipadatkan, maka saya pastikan pagar dan taman tersebut tidak akan roboh. Maka dari itu patut diduga proyek ini gagal perencanaan, sebab saya lihat pagar yang roboh dengan ketinggian tidak terlalu tinggi itu hancurnya seperti jatuh dari atas gunung semiru hancur lebur seperti kena bom. Sementara terkait taman yang katanya kegiatan jadwal ulang ditahun 2020 dugaan saya bahwa kegiatan tersebut masih belum ada Kontrak dan SPK-nya”. ujarnya.
Dirinya bahkan siap membawa kasus robohnya pagar kecamatan ke arah hukum, jika memang ada unsur korupsi dalam pengerjaannya. (ans/joe)






