Daerah

Walikota Probolinggo Berpesan Jangan Mudik Dulu Sebelum Covid-19 Mereda

×

Walikota Probolinggo Berpesan Jangan Mudik Dulu Sebelum Covid-19 Mereda

Sebarkan artikel ini

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Pemerintah Kota Probolinggo menyiapkan berbagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 yang dikhawatirkan dibawa oleh pemudik saat pulang ke kampung halamannya.

Upaya tersebut diberlakukan bagi warga yang mudik pulang ke Kota Probolinggo bakal dikarantina oleh Pemkot Probolinggo di lokasi yang telah disiapkan. Namun, jika tidak mau (dikarantina oleh pemerintah), maka harus melakukan karantina mandiri sesampainya di Kota Probolinggo. Saat karantina mandiri, semua lingkungannya tinggal akan diberi tahu bahwa yang bersangkutan masuk dalam status sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan) selama 14 hari ke depan.

“Berkenan kami karantina, kami akan siapkan. Banyak opsi untuk penampungan sementara. Kami bisa menyewa tempat kos, rusunawa atau dalam jumlah besar kami siapkan di lembaga yang ada standar fasilitas mushola atau masjid dan sarana prasarana yang memadai lainnya,” tegas Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

BACA JUGA :  Pemkab Mojokerto Gelar Uji Kompetensi JPT Pratama, Gus Barra Tegaskan Bebas Transaksional

Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini juga berharap warga Kota Probolinggo yang merantau agar tidak mudik dulu. “Saya sangat berharap dan mengimbau tidak mudik dulu, tunggu selesai virus ini. Toh sekarang ada fasilitas video call atau lainnya. Anda tidak pulang bukan berarti memutus silaturahmi, tapi anda ikut andil melindungi keluarga,” seru Habib Hadi.

“Saat berangkat anda merasa sehat, tapi tanpa disadari saat berada dimana, anda membawa virus dan menular ke keluarga. Anda menjadi perantara pembawa virus. Jadi, tenang di tempat masing-masing sementara waktu untuk kebaikan kita semua,” sambungnya

BACA JUGA :  Festival Ekonomi Kreatif Virtual, Inovasi Promosi Kala Pandemi

Wali kota mengatakan, dengan tidak mudik bisa menjadi wujud rasa sayang kepada keluarga. “Mudah-mudahan masyarakat bisa paham. Dan, masyarakat ikut andil memutus mata rantai penyebaran COVID 19. Arahan ini juga untuk semua ASN dan non ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Selagi belum ada status virus korona mereda, seluruh ASN dan non ASN tidak boleh mudik,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Probolinggo pun sanggup (jika diperlukan) menyiapkan ruang isolasi bagi dokter, paramedis atau tenaga kesehatan sebagai garda terdepan menangani pasien, juga untuk anggota TNI, Polri, Satpol PP. Alasan disediakan tempat tersendiri agar bisa bekerja secara tenang dan keluarga di rumah tidak khawatir terpapar COVID 19. (Septyan)