
Gresik, Sekilasmedia.com – Penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19 di desa se kabupaten Gresik beberapa hari ini sebelum hari raya idul fitri mulai dilaksanakan.
Hal yang sama juga dilakukan Pemdes Randuagung, Kecamatan Kebomas kabupatdn Gresik. masyarakat yang menerima bantuan datang langsung ke Blai Desa, Jumat pagi pukul 8.00 WIB (22/5/2020).
Dengan tertib dan mematuhi protokol kesehatan WHO seperti memakai masker, mencuci tangan dan physical distancing.
Hj. Suwaidah Kepala Desa Randuagung kepada Sekilasmedia.com mengatakan PKM datang pagi sesuai undangan yang kami sampaikan dan langsung menempati kursi antrian yang telah kami sediakan dengan tetap jaga jarak minimal 1 meter. Untuk syarat pencairan bansos tersebut sudah kami sampaikan untuk dibawa.
” Syarat pencairan bantuan sosial tunai (BST) maupun BLT JPS APBD, PKM membawa KSK dan KTP asli dan fotocopy. Besaran bansos BLT DD dan JPS APBD selama 3 bulan sebesar Rp600 ribu per KK sedangkan BST dari Kemensos juga sama Rp600 per KK,” ungkap Suwaidah.
Adapun jumlah KPM BST ada 181 KK dan disalurkan melalui PT.POS INDONESIA, BLT JPS APBD 441KK dan. BLT Dana Desa melalui Bank Jatim sebanyak 130 KK,tambahnya.
Sementara itu terkait pendataan KPM, kembali Kades Randuagung menyatakan bahwa pengambilan data oleh RT dan RW sendiri di mana mereka tahu kondisi sebenarnya para KPM tersebut sesuai 14 kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat. Meski kemudian disederhanakan menjadi empat kriteria penetapan KPM. Kemudian data di evaluasi dan verifikasi lagi melalui musyawarah desa (musdes) beberapa kali sesuai petunjuk kecamatan dan Bappeda.
Di mana aparat RT dan RW dimasukkan dalam struktur organisasi Satgas Covid-19 desa Randuagung bersama pemdes, BPD dan tokoh masyarakat dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 di tingkat Desa Randuagung.
Harapannya, lanjut Hj. Suwaidah agar penyaluran bansos ini bisa dinikmati masyarakat desa Randuagung secara merata yang terdampak pandemi Corona. Baik karena kondisinya pengangguran karena PHK atau usahanya bangkrut akibat Covid, sakit kronis atau menahun, disabilitas dan miskin atau rentan miskin.
Kemudian bagi warga yang tidak terkover atau masuk program bansos, Pihak pemdes akan memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak. (rud)





