
Surabaya, Sekilasmedia.com – Jelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Surabaya Raya, Pemprov Jatim menggelar rapat di gedung negara grahadi surabaya, Minggu (24/05/2020).
Rapat dihadiri Forkopimda Jawa Timur, dan dipimpin Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak.
Hadir dalam rapat tersebut Kapolda Jatim Irjen Pol Fadhil Imran, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Sekdaprov Jatim Heroe Tjahjono, Kabinda Jatim, Joni Ketua Tim Gugus Kuratif, Kohar Ketua Tim Tracing, Kepala BPBD Jatim, Pejabat Utama Polda Jatim diantaranya Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo W, Pejabat Pemprov Jatim, Kapolres Tabes Surabaya, Danrem 084 Bhaskara Jaya dan pejabat pemkot surabaya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran yang hadir dalam giat turut memberikan sambutan; mengawalinya dengan ucapan selamat hari raya idul fitri 1441 H.
Selanjutnya Kapolda Jatim menyampaikan bahwa untuk menurunkan angka terpapar covid-19, harus lebih menekankan kepada cluster seperti pabrik, pasar dan mall, termasuk kerumunan di malam hari.
Oleh karena itu harus lebih ditekankan kepada cara bertindak tim curatif dan tim gakkum di lapangan.
Program kampung tangguh jika diberdayakan betul akan memperoleh hasil maksimal, karena diawali dari tingkat bawah sehingga perlu sarana prasarana termasuk juga harus ada tim supervisi dan assesmant.
“Selain kampung tangguh, juga berdayakan masjid untuk memberikan penjelasan melalui pengeras suara tentang kedisiplinan kepada masyarakat sehingga hasilnya akan cepat selesai dan terukur,” ujar Kapolda.
Sedangkan Pangdam V Brawijaya lebih menekankan keseriusan petugas lapangan dalam menjalankan tugas terkait PSBB guna menekan angka jumlah korban covid 19. Dan TNI Polri siap membantu jika butuh penambahan pasukan.





