Daerah

Jubir Satgas Kota Probolinggo: Covid-19 dapat Dikendalikan Dengan Kedisiplinan Masyarakat

×

Jubir Satgas Kota Probolinggo: Covid-19 dapat Dikendalikan Dengan Kedisiplinan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

 

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Dengan didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB dr NH Hidayati, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 dr Abraar HS Kuddah, menyampaikan masih banyaknya masyarakat yang tidak menjalani protokol kesehatan membuat perkembangan pasien COVID 19 di Kota Probolinggo semakin meningkat. Beberapa klaster terbentuk salah satunya seorang pasien dari luar kota yang datang ke Kota Probolinggo tanpa mengikuti prosedur yang benar.

“Kemungkinan ada kelalaian dari keluarga, tanpa protokol kesehatan membawa keluarganya ke Kota Probolinggo sehingga mereka semua terpapar COVID 19. Mereka terkonfirmasi positif walaupun tanpa gejala dan kondisinya baik-baik saja,” jelas dr. Abraar saat video confrence pada, Rabu (01/07) petang.

dr Abraar juga menyampaikan apabila ada keluarga dari luar kota yang sengaja dibawa ke Kota Probolinggo karena kepercayaannya pada RSUD dr Mohamad Saleh, tetap harus mengikuti prosedur kesehatan.

BACA JUGA :  Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Gelar Serap Aspirasi Masyarakat

“Biarkan rumah sakitnya yang merujuk ke tempat kami. Akan kami terima. Jangan sesekali mengambil langkah pulang paksa dibawa ke Kota Probolinggo lewat UGD seperti halnya pasien biasa. Kejadian ini cukup membuat kami khawatir karena justru penambahan terjadi dari pasien tersebut,” kata dr Abraar.

Bila pasien berkumpul dalam satu mobil tanpa pengiriman yang sesuai protokol kesehatan maka berdampak kurang baik bagi mereka yang ada di dalam mobil tersebut.

“Seharusnya di Kota Probolinggo semakin hari semakin membaik. Seperti pernah kami sampaikan, kami bangga sudah ada warga sadar dengan menjalankan protokol kesehatan melakukan rapid dan swab mandiri,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Polres Gresik Dukung FGD Pembentukan Komite Komunikasi Digital 

dr Abraar menegaskan, COVID 19 merupakan virus yang bisa dikendalikan dengan cara isolasi yang baik dan benar. Ia pun mendiskusikannya dengan para ahli virus saat memenuhi undangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. Pada saat virus masuk ke dalam tubuh, dalam beberapa hari akan mutasi menjadi ganas. Menginjak hari ke 7 atau 10 virus akan melemah, tetapi akan lebih ganas jika dengan komunitas lainnya.

Isolasi yang baik dan benar dapat mencegah terjadinya perluasan hal-hal yang bisa menambah penyebaran virus dengan cepat.

“Tidak boleh terlalu menganggap remeh tetapi tidak boleh berlebihan menyikapi persoalan. Tetap ikuti protokol-protokol kesehatan, physical distancing, social distancing, rajin mencuci tangan. Saya yakin di Kota Probolinggo bisa zero seperti kemarin-kemarin,” tegas dr Abraar. (fahrul)