Klinik Pemulihan Bisnis BDS-P CPM Gresik Mengadakan peningkatan terhadap SDM UKM Karya Semesta bagi staff outlet yang berbasis  SKKNI

×

Klinik Pemulihan Bisnis BDS-P CPM Gresik Mengadakan peningkatan terhadap SDM UKM Karya Semesta bagi staff outlet yang berbasis  SKKNI

Sebarkan artikel ini

 

 

Gresik, Sekilasmedia.com

KPB ( Klinik Pemulihan Bisnis) BDS-P CPM Gresik mengadakan pelatihan atau trainer guna peningkatan  SDM staff outlet UKM Karya Semesta  berbasis  SKKNI pada Sabtu (3/7/2020).

Menurut Owner KPB BDS-P Citra Pengusaha Mandiri (CPM) Gresik Eddy Purwanto pelatihan kali ini sebagai upaya mendorong dan membangun visi serta misi di dalam internal perusahaan UKM Karya Semesta. Khususnya terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai standar SOP perusahaan.

” Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 8 staf ouetlet gerai makanan siap saji UKM tersebut,”katanya.

Pelatihan ini, terang Eddy Purwanto atau biasa disapa Wanto menata sistem kerja sesuai SOP. Di mana mengupgrate sekali lagi. Artinya up date tentang masalah pengoperasian SOP sesuai standar kompetensi. Dalam standar kompetensi ada yang namanya KUK unjuk kerjanya.

BACA JUGA :  Peringati Hari Ibu, Dapur Mbok Inggih PKK Sekapuk Asah Kualitas SDM Lewat Cooking Class

” Di sini kami menemukan masalah setelah di TNA (Trade Nite Analisis) pada staf outlet yang bekerja di gerai-gerai milik UKM Karya Semesta seperti di Tebalo dan Ramayana. Temuan hasil trade analisis menunjukkan berupa kurang pengetahuan dan agak sedikit  oleng (SDM). Maka tradementnya kami kembalikan sesuai standar SKKNI,”sebut Sekretaris UMKMCC Wilayah Jawa Timur kepada awak media.

Kembali dijelaskan Wanto, sesuai standar SKKNI maka dibutuhkan satu unit kompetensi. Karena kompetensi ini banyak maka diambil kompetensi yang sesuai bidang dan kebutuhan masing-masing di gerai tersebut, seperti barista dan promo. Di gerai tersebut ada dua, pelayan dan barista yang menyajikan makanan siap saji di situ.

“Intinya, ketika salah satu Promosel mengatakan mas makanan kurang asin atau kurang apa, karena tidak sesuai standar. Maka harus dikembalikan ke standar yang ada (SOP perusahaan),” tandas konsultan atau pendamping UMKM Jatim ini.

BACA JUGA :  Putus Mata Rantai Penyebaran Covid 19, Kecamatan Leces Terapkan PPKM Tingkat RT

Pada pelatihan ini, kami juga mendatangkan master traner Lukman untuk memberikan bahan pelatihan terkait pengetahuan tentang SKKNI. Selain itu, pada kesempatan ini kami mempertegas posisi BDS-P ( Businness Devolopment Servis Provider ) Citra Pengusaha Mandiri sebagai pusat layanan untuk membantu UMKM menemukan strategi pemulihan dan juga sebagai connectivity hubungan berbagai pihak dalam rangka implementasi rencana pemulihan tersebut terutama saat pandemi Covid -19 sekarang. Dan

KPB ( Klinik Pemulihan Bisnis )BDSP CPM  didukung tenaga konsultan yg telah mendapatkan pelatihan dan uji sertifikasi Standar Kompetensi Khusus (SKKK), tambah Wanto. (rud)