Daerah

Wabup Qosim Meminta Warga Penerima Manfaat Menggunakan Sesuai Kebutuhan

×

Wabup Qosim Meminta Warga Penerima Manfaat Menggunakan Sesuai Kebutuhan

Sebarkan artikel ini
Berswafoto: Kanan, Wabup M. Qosim bersama Kades Morowudi mengapit warga penerima JPS kabupaten setelah pemberian bansos secara simbolis.

Gresik, Sekilasmedia.com-  Warga penerima bantuan sosial jaring pengaman sosial (JPS) yang berasal dari anggaran pembangunan belanja daerah (APBD) kabupaten Gresik berbondong-bondong berkumpul di pendopo balai desa Morowudi untuk menerima bansos tersebut, pada Senin siang (3/8/2020).

Pada kesempatan ini, hadir Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim yang didampingi Forkopimca Cerme melakukan monitoring penyaluran bansos JPS kabupaten oleh pemerintah desa setempat.

Terkait monitoring penyaluran JPS Kabupaten, Wabup M. Qosim kepada Sekilasmedia.com menyampaikan apresiasinya atas kegiatan monitoring penyaluran JPS dari APBD Gresik di desa Morowudi  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan WHO.

” Alhamdulillah, pelaksanaan pencairan JPS di Desa Morowudi sama dengan desa-desa lain di kecamatan Cerme bisa menjadi percontohan bagi desa-desa di kecamatan-kecamatan lain. Meskipun peserta banyak tapi ternyata protokol kesehatan diperhatikan,” katanya dengan bangga.

Semua menggunakan masker, hand sanitizer disiapkan, tempatnya juga di jaga. Pelaksanaan semua tertib tidak ada yang berdesak-desakan, semua dipersiapkan dengan matang. Saya melihat warga masyarakat senang dan tidak ada tanda-tanda ada pemotongan sepeser pun. ”  Ini kerja keras Camat, Kapolsek dan Danramil bersama rekan rekan Kepala Desa dalam memberikan pendataan,” ujar Wabup M. Qosim.

BACA JUGA :  Lonjakan Wisatawan, Polres Batu Intensifkan Pengaturan Lalin di Tulungrejo

Dan, alhamdulillah sampai saat ini tidak ada yang komplain. Di daerah-daerah lain itu kan ada. Oh, ini yang kaya dikasih  atau keluarga Kepala Desa dikasih,  namun di sini tidak ada. Karena semua dilaksanakan secara transparan melalui musyawarah desa, imbuhnya.

” Saya tekankan,  dipastikan bahwa JPS sampai kepada  yang berhak menerima. Kedua, dipastikan yang menerima memang orang-orang yang betul-betul yang berhak bukan mampu atau kaya . Dan ketiga, pelaksanaan sesuai  dengan aturan. Itu yg penting,” tegas Wabup M. Qosim lagi.

Sebelum menutup pembicaraannya, Wakil Bupati Gresik M.Qosim menghimbau agar  kepada segenap petugas memberikan pelayanan dengan penuh kasih sayang, harus sabar karena masyarakat banyak kadang-kadang ingin dilayani dengan cepat.

Kemudian, lanjutnya kepada penerima bantuan hendaknya menggunakan bantuan digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang penting. Jangan digunakan untuk membeli kayak pulsa kemudian mungkin mainan-mainan yang sesungguhnya tidak diperlukan. Kenapa?

Karena kita tidak tahu kapan covid ini akan berakhir, sementara APBD kita semakin tipis. Sekarang bulan Agustus. Nanti  bulan September masih ada satu lagi pencairan bulan ketiga.

” Tapi, sesudah itu bulan Oktober,  November dan Desember. Apakah pemerintah ada cadangan anggaran untuk memberi mereka, sementara bekerja belum normal. Ini menjadi tantangan. Maka saya minta kepada warga masyarakat yang menerima ini jangan boros. Belikan sembako sesuai kebutuhan,”pinta M.Qosim.

BACA JUGA :  Bintara Pembina Desa (Babinsa) menjadi ujung tombak TNI AD untuk memutus penyebaran Covid-19 di tanah air.bahkan Satgas Penanggulangan Covid-19 terus dilakukan. Tak hanya itu, pendekatan di tengah masyarakat juga makin digencarkan guna menumbuhkan semangat bersama untuk melawan Covid-19. Menindaklanjuti instruksi dari Panglima TNI, jajaran Koramil 0827/03 Manding turut mengerahkan Babinsa untuk terjun di tengah masyarakat. Salah satunya ditunjukkan Babinsa bersama petugas Puskesmas setempat untuk melacak kontak erat atau tracing dari warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Komandan Koramil (Danramil) 0827/03 Manding Kapten Inf A.Muher mengatakan tracing menjadi hal wajib bagi Satgas Penanggulangan Covid-19 dalam rangka memutus mata rantai penularan Virus Corona. “Oleh sebab Babinsa dilibatkan dalam kegiatan tracing. Babinsa bisa membantu tim dalam mengevukasi warga terkait perlunya mengikuti tes swab maupun rapid antigen,” terang Danramil, Selasa (10/08/2021). Danramil tak memungkiri memang tidak semua masyarakat mau menerima kenyataan telah menjalin kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tak jarang warga merasa sehat dan tetap tak mengalami gejala sedikitpun walau pernah berada dekat dengan penderita Covid-19. “Padahal ini yang berbahaya, warga merasa sehat atau tidak apa-apa namun s

Terkait pelaksanaan penyaluran JPS kabupaten di Kecamatan Cerme, Camat Cerme Suyono menambahkan bahwa penyaluran bansos JPS dari kabupaten sudah tersalurkan semua di desa-desa se kecamatan Cerme. ” Alhamdulillah tidak ada kendala berarti,” ucapnya.

Sementara terkait polemik keterlambatan turunnya JPS kabupaten beberapa waktu lalu, kembali Suyono tidak memungkiri bahwa program bansos JPS dari APBD Gresik mengalami keterlambatan pencairan.

”  Keterlambatan tersebut karena, pertama memang memerlukan proses dan waktu untuk pencairannya. Kedua, karena LPJ beberapa desa belum selesai sehingga pencairannya terlambat. Tetapi kasus ini bukan di kecamatan Cerme namun di kecamatan lain,” tandasnya.

“Untuk desa-desa di kecamatan Cerme sendiri,  pokoknya pencairan bansos JPS kabupaten cair maka  3 sampai 4 hari  laporan pertanggungjawaban dari desa secepatnya kita verifikasi dan dikirim ke kabupaten,”imbuhnya.

Terkait jumlah keluarga penerima manfaat bansos JPS kabupaten, Kepala Desa Morowudi M. Sholeh mengatakan bahwa jumlah KPM sebanyak 240 KK untuk penyaluran tahap kedua dengan besaran bantuan Rp. 600 ribu per KPM

Karena khawatir masa pandemi covid-19 belum dapat dipastikan kapan selesai dan dampak secara ekonomi sudah dirasakan masyarakat Morowudi, kembali M.Sholeh berharap,” Agar  bansos ini bisa tetap berlanjut seperti BLT DD. ” (rud)