
Kediri, Sekilasmedia.com –
Sejalan dengan berjalannya waktu, Kampung KB desa Rembangkepuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Jawa Timur mulai mendapat apresiasi dari masyarakat yang tergabung dalam beberapa poktan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Drs Ali Wardoyo selaku Koordinator Lapangan Penyuluh KB
Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri kepada Wartawan media ini.
” Antusias warga masyarakat Kampung KB Desa Rembangkepuh nampak pada saat menghadiri kegiatan sosialisasi ketahanan keluarga kampung KB yang dilaksanakan tanggal 5 Agustus 2020″, jelasnya, Kamis (06/08/2020).
Dijelaskan olehnya, pada acara tersebut warga kampung KB sepakat untuk mengembangkan potensi yang ada di Desa Rembangkepuh untuk dimaksimalkan baik dari segi kualitasnya maupun kuantitasnya.
” Kampung KB Rembangkepuh yang dibentuk tahun 2017 pada awalnya menimbulkan banyak pertanyaan pada warga masyarakat”, katanya.
Lebih lanjut, setelah melalui berbagai penjelasan dalam bentuk musyawarah masyarakat, pembinaan pokja serta minilokakarya seperti yang disampaikan Ibu Nuraini selaku Kepala Desa baru di Rembangkepuh Kecamatan Ngadiluwih menganggap bahwa giat kampung KB hanya melulu masalah KB tetapi diakui olehnya bahwa kegiatan kampung meliputi banyak hal yang identik dengan pemberdayaan masyarakat.
” Harminto, S.Sos selaku Camat Ngadiluwih menambahkan bahwa semua kegiatan kampung KB muaranya adalah untuk kesejahteraan masyarakat oleh sebab itu semua kelompok yang ada di kampung KB tidak akan berhasil jika berjalan sendiri-sendiri”,
Masih kata Drs Ali Wardoyo, ditegaskan oleh Kepala Wilayah ( Camat) Ngadiluwih bahwa koordinasi, advokasi ke seluruh Tokoh formal – informal serta elemen yang ada di masyarakat diharapkan ada sinergitas sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.
” Perlu diketahui bahwa kekayaan warga kampung KB yang ada di Desa Rembangkepuh berupa kegiatan budidaya tanaman hias yang sudah berjalan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah dan swasta,” bebernya.
Budi daya tanaman hias, terang Drs. Ali Wardoyo, telah dikelola terbukti membawa peningkatan pendapatan tersendiri termasuk untuk bayar pajak, biaya sekolah anak, maupun mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.
Bersamaan dengan giat dibidang budidaya tanaman hias yang dikoordinir oleh poktan Bina Keluarga Remaja juga diselipkan beberapa pesan tentang pentingnya keluarga terencana juga kegiatan informasi edukatif berupa ajakan untuk mewujudkan pendewasaan usia kawin di kalangan remaja di Kampung KB Desa Rembangkepuh.
” Namun juga ditekankan bahwa keberhasilan unsur ini memerlukan waktu dan proses yang panjang. Setidaknya geliat warga Kampung KB desa Rembangkepuh telah menanamkan spirit tersendiri untuk dikembangkan yang lebih optimal,” jelasnya.
Apalagi dalam situasi wabah covid-19 yang berkembang di masayarakat yang belum diketahui kapan berakhirnya, upaya warga mengisi stay at home dengan budi daya tanaman hias menjadi solusi posiitif yang produktif bagi masyarakat. Protokoler kesehatan disamping cuci tangan pakai sabun , jaga jarak, pemakaian masker maupun stay at home mungkin akan dirasa merupakan situasi yang membosankan.
” Dengan melalui kegiatan stek bunga, mencangkok tanaman hias menjadi suatu solusi yang tepat di Kampung KB sehingga bisa terhindar dari wabah covid-19″, katanya.
Optimaliasi peran remaja kampung KB yang diwadahi dalam BKR dengan mengembangkan budi daya tanaman hias setidaknya perlu mendapat dukungan dari siapapun kususnya pihak pemerintah terlebih dengan adanya wabah corona.
” Dengan solusi ini boleh jadi kampung KB di desa Rembangkepuh akan dapat berkembang lebih pesat lagi,” pungkas Drs. Ali Wardoyo. ( hernowo)






