
Gresik, Sekilasmedia.com– Kegiatan kerja Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim di dua desa di kecamatan Cerme yakni desa Wedani dan Gedang Kulut, pada Kamis pagi (6/8/2020) dalam rangka monitoring penyaluran bantuan sosial (bansos) jaring pengaman sosial (JPS) APBD Kabupaten Gresik bagi warga terdampak covid-19.
Bertempat di pendopo kantor desa Wedani, keluarga penerima manfaat (KPM) berkumpul dengan tertib sambil menunggu antrian panggilan dari pemdes setempat untuk mendapatkan bansos tersebut, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.
Wabup M. Qosim saat di desa Wedani mengadakan sholawatan mengajak warga masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19. Dan melaksanakan program hidup bersih dan sehat sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona.
” Supaya warga masyarakat mematuhi dan menerapkan standar protokol kesehatan covid dengan memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan air mengalir dan pakai sabun,”
Dalam sambutannya, Sekcam Cerme Dedi Hartadi yang hadir mewakili Camat Cerme Suyono mengatakan bahwa adapun warga penerima manfaat saat ini yang hadir mengikuti penyaluran JPS APBD kabupaten tahap kedua bulan kedua.
Dan tak lupa disampaikan juga terkait data terakhir warga yang terpapar virus corona di kecamatan Cerme pada hari ini (Kamis).
” Terkait sejumlah warga yang sakit terpapar covid-19 (terkonfirmasi)yakni 115orang se kecamayan Cerme. Kepada warga desa Wedani supaya hati-hati dan menjaga kesehatan dan kebersihan diri pribadi masing-masing,” mohonnya.
Bansos JPS APBD merupakan bentuk perhatian pemerintah kabupaten yakni Bupati dan Wakil Bupati terhadap warga yang terdampak pandemi covid-19 dan memberi manfaat serta meringankan beban hidup saat ini,imbuh Dedi Hartadi.
Atas kegiatan turun kebawah (turba) Wabup saat penyaluran bansos tersebut, Kades Wedani Hadi Sanjaya sangat mengapresiasi.
” Kegiatan Wabup yang turun ke lapangan terus menerus memantau atau monitoring bansos agar tersampaikan kepada yang 7berhak. Baik BPNT, BLT DD maupun JPS APBD kabupaten. Patut dicontoh dan menjadi suri tauladan bagi kita karena ada pemimpin yang berani dan mau turba melihat kondisi warganya yang terdampak covid,” ujarnya.
” Sementara itu, terkait jumlah KPM desa Wedani untuk tahap kedua bulan kedua ada 54 KK yang terdampak pandemi Covid-19,” sebut Hadi Wijaya.
Saat di desa Gedang Kulut, Wabup dalam sambutannya kepada warga penerima manfaat bansos mengingatkan bahwa vaksin corona belum ditemukan. Salah upaya melindungi diri dari corona yaitu pakai masker cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak sesuai Peraturan Bupati (Perbup).
” Jaga kesehatan sesuai protokol kesehatan. Bagi warga yang akan mengadakan hajad tetap diperbolehkan tetapi harus menerapkan protokol kesehatan,”pinta Wabup M. Qosim.
Ditambahkan Wabup M. Qosim bahwa di Kecamatan Cerme terkait penataan administrasi sudah bagus. Pertama, tidak ada satupun yang komplain salah sasaran. Kedua, cepat. Pelaksanaan tertib sehingga warga masyarakat memperoleh kepuasan. Mereka juga menjadi orang yang semakin rukun dan semakin taat kepada berbagai aturan di pemerintahan.
Tolong disampaikan kepada rekan-rekan para pembaca bahwa pemerintah punya kewajiban. Yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah. Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
” Memajukan kesejahteraan umum artinya pemerintahan punya tanggungjawab jangan sampai ada warga masyarakat yang tidak bisa makan. Jangan sampai ada warga masyarakat yang sakit tidak terobati. Ini semua tanggungjawab pemerintah, yang di desa diurus desa,” tandasnya.
Banyak kalo kita hitung bantuan seperti, PKH, BPNT, BST, BLT DD, JPS kabupaten dan JPS Propinsi. Itu kalau di hitung ada sosial pusat maka jumlahnya dalam satu bulan bisa sebesar Rp. 1 miliar bagaimana kalau 3 bulan berapa? Sesungguhnya yang diberikan oleh pemerintah ke masyarakat itu luar biasa besar. Di sini ada bagian APBD kabupaten, ada bagian pemprov dan ada yang bagian pemerintah pusat,papar Wabup Qosim.
Sementara terhadap keluhan masyarakat terkait keterlambatan turunnya bantuan sosial tersebut, Wabup kembali menyatakan bahwa itu wajar. Karena yang diurusi bukan hanya bantuan hibah tetapi program kerja lainnya. Dan butuh waktu.
Kemudian, terkait carut marut data KPM atau warga miskin antar instansi di pemerintah baik daerah maupun pusat, Wabup menjamin data terus ada perbaikan. Dan kita sudah menggunakan aplikasi yang dapat memilah temuan data ganda secara otomatis.
” Sehingga apabila ada data KPM ganda penerima di bansos lainnya, maka otomatis akan tereliminasi sendiri. Dan pihak pemerintah akan memperbaiki data terus menerus agar tidak ada salah sasaran,” pungkasnya.
Pada kesempatan lain, Kades Gedang Kulut Ali Mas’ud kepada Sekilasmedia.com- menyatakan bahwa jumlah keluarga penerima manfaat JPS kabupaten tahap dua desa Gedang Kulut sebanyak 110 KK. “Dan alhamdulillah proses penyaluran bansos JPS kabupaten berjalan lancar dan tertib. Serta tepat sasaran,” ucapnya dengan bangga.(rud)






