
Probolinggo, Sekilasmedia.com – Mulai hari ini, Selasa (18/08) dua sekolah di kota melaksanakan pembelajaran secara tatap muka namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah di anjurkan pemerintah. Dua sekolah tersebut adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 (SMKN2) dan Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (SMAN2).
Meninjau hal tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi bersama – sama mengunjungi SMKN 2 Kota Probolinggo sekitar pukul 08.30 WIB dan disambut Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin; Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri; Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo; Kepala Kemenag Mufi Imron Rosyadi.
Setibanya di SMKN 2 yang beralamat di Jalan Mastrip 153, Gubernur Khofifah beserta rombongan melakukan check point siaga COVID 19 di halaman utama SMKN 2, seperti pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun, pemberian hand sanitizer dan face shield oleh siswa-siswi SMKN 2. “Terima kasih, tetap jaga kesehatan ya,” ucapnya ramah.
Selanjutnya Khofifah menuju ruang kelas di sisi selatan SMKN 2, merupakan kelas praktek instalasi listrik, kelas desain permodelan dan terakhir kelas di sisi utara yakni kelas instalasi listrik dan penerangan. Ya, di SMKN 2 itu terdapat enam jurusan diantaranya adalah teknik desain permodelan, teknik elektronika industri, teknik instalasi listrik, teknik permesinan, teknik kendaraan ringan otomotif serta teknik komputer dan jaringan.
Saat Khofifah meninjau tiga kelas itu turut pula seorang guru pendamping disisinya. Khofifah selalu komunikatif dengan para siswa. “Belajar yang rajin ya! Tetap jaga kesehatan,” serunya.
Di akhir tinjauan masing-masing kelas itu, Khofifah memberikan sebuah tas berisikan souvenir kepada para siswa yang melakukan pembelajaran di kelas terbatas itu, pemberian souvenirpun dibantu Kepala Dinas Pendidikan Povinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi, Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri.
Setelah SMKN 2, Gubernur Khofifah bergeser ke Sekolah Menegah Atas Negeri 2 (SMAN 2) yang beralamat di Jalan Ki Hajar Dewantara 1, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran. Di sekolah ini Khofifah didampingi Kepala SMAN 2 Erni Prasetyawati menuju kelas per kelas. Ada hal lucu saat Khofifah meninjau salah satu kelas, ia memberikan nasehat pada siswa yang diketahui bernama Anggoro. “Belajar yang rajin ya! Jangan pacaran dulu,” ucapnya diikuti suara tawa para penghuni kelas X MIPA I.
Sementara itu Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memberikan pernyataannya terkait kunjungan kerja Gubernur Khofifah ini dengan apresiasi senang. Pasalnya di Kota Probolinggo beberapa waktu lalu dilakukan polling wali murid atas kesediaan anak mereka untuk dilakukan pembelajaran daring atau luring (tatap muka).
“Tentunya dalam uji coba ini tetap mengedepankan protokol kesehatan untuk kebaikan kita bersama, kita ingin (membuka kelas normal seperti sedia kala), namun hal itu kita harus lakukan secara bertahap,” tutur Wali Kota Habib Hadi
Masih menurut Habib Hadi menjelaskan dirinya mempertimbangkan dengan adanya COVID 19 pembelajaran dilakukan secara daring, namun tidak menutup kemungkinan pembelajaran tatap muka ia upayakan. “Target (polling wali murid) secepatnya, mudah-mudahan hasilnya segera keluar. Yang terpenting masyarakat tetap disiplin memakai masker, apabila zona hijau kita bisa segera buka kembali kelas tatap muka,” Harap Habib Hadi.
Hal senada juga dijelaskan Khofifah Indar Parawansa, bahwa uji coba pembelajaran tatap muka terbatas itu sebanyak 9 orang siswa, dilakukan check point pada saat siswa tiba di sekolah, jika diketahui suhu tubuh siswa mencapai 37,3 maka siswa diperkenakan untuk pulang, keedatangan siswa dibuat per shift dan pembelajaran berakhir setelah empat jam.
“Inilah yang disebut uji coba belajar mengajar tatap muka langsung secara bertahap. Uji coba ini baru bisa dilakukan atas persetujuan bupati dan wali kota. Maka disini pak wali bersama kami untuk memastikan daerah ini dilakukan belajar tatap muka secara langsung secara bertahap,” Jelas Khofifah.
Khofifah menambahkan menurutnya SMKN merupakan sekolah pembelajarannya banyak mengaplikasikan antara teori dengan praktek, maka sekolah ini tidak cocok pembelajarannya secara daring, untuk itu dipilihlah uji coba belajar mengajar tatap muka langsung secara bertahap di sekolah ini. (Fahrul)






