
MOJOKERTO,sekilasmedia.com – Salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia yang tidak dapat dimiliki oleh bangsa lain adalah kekayaan akan warisan budaya dan adat istiadat yang sangat beraneka ragam. Setiap daerah memiliki kearifan lokalnya masing-masing, tak terkecuali Kabupaten Mojokerto yang diyakini sebagai pusat Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya di abad 13 dan 14 silam.
Pada peringatan Ruwat Agung Nuwantoro tahun 2018 ini mengambil tema “Digdaya Mahapatih Gajah Mada”. Puncak serangkaian kegiatan ini ialah Kirab Agung Bumi Nuswantoro yang digelar pada Minggu (16/9/18) terpusat di Pendopo Agung Trowulan.
Dalam Kirab Agung ini menampilkan kearifan lokal, kesenian tradisional serta teatrikal kisah raja serta gambaran kehidupan masyarakat di jaman Kerajaan Majapahit.
Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata S.Sos S.I.K MH. Mendapat sebuah kehormatan untuk menerima Pataka Merah Putih, ini merupakan sosok yang tepat sebagai abdi utama dari Nusa dan bangsa.
Dalam sejarah,Polri memang erat kaitan nya dengan Kerajaan Majapahit. Dimana Maha Patih Gajah Mada mendirikan pasukan pengawal kerajaan yg disebut Pasukan Bhayangkara. Inilah yang menjadi cikal bakal terbentukan Polri. Dengan salah satu prinsip nya Satya Haprabu “Setia kepada Negara, Pimpinannya dan Rakyat”. Untuk itu Kapolres Mojokerto adalah Mahapatih Gajah Mada pada era milenial saat ini.
Dalam sambutanya Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyampaikan bahwa,tujuan digelarnya kegiatan tersebut yakni untuk melestarikan seni, budaya dan peninggalan leluhur.
Wakil Bupati berpesan,kepada para generasi muda agar mempunyai kan rasa memiliki sehingga kebudayaan ini tidak hilang.
“Ini merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya. Selain itu kegiatan Inu juga bertujuan untuk memperkenalkan destinasi wisata Kabupaten Mojokerto,”terangnya.(wo/sus)






