
MOJOKERTO, Sekilasmedia.com – Ucapan selamat atas Rekor Dunia yang diraih Gus Haji Mas Sulthon (Gus Thon/ Gus Ton) datang dari berbagai pihak tokoh Jawa Timur maupun tokoh nasional, tak ketinggalan dari Yusuf Husni ketua Kosgoro 1957 Jatim dan dari Airlangga Hartarto Menteri Koordinator (Menko) Perekonomisn RI yang kebetulan juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, yang juga orang terkuat ke-4 di Indonesia.
Acara hari Sabtu tanggal 19 September 2020 yang lalu, di kediaman Gus Haji Mas Sulthon (Gus Thon/ Gus Ton) yang di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur disebut oleh pelawak nasional Kirun (Abah Kirun) sebagai acara penutupan bulan Muharram/Syuro 1442 H yang penuh sejarah luar biasa.
Tentu sejarah luar biasa bagi Mojokerto dan Jawa Timur khususnya, serta nasional umumnya. Betapa tidak? Salah satu tokoh Jawa Timur, Gus Haji Mas Sulthon meraih tiga penghargaan Rekor Dunia dalam satu hari tersebut. Rekor Dunia pertama diraih dari MURI. Penghargaan Rekor Dunia MURI tersebut diserahkan oleh Sri Widayati senior Manager MURI, disaksikan kunjungan resmi Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin yang juga mendampingi Gus Ton di atas podium saat penyerahan Rekor Dunia tersebut. Rekor Dunia MURI tersebut adalah: “Gus Haji Mas Sulthon Pemrakarsa Dan Penyelenggara Pagelaran Wayang Kulit Daring Terlama, 7 Malam.”
Penghargaan tersebut sebagai apresiasi MURI setelah melakukan berbagai kajian mengenai sosok ketokohan Gus Ton, salah satunya saat mengadakan Pagelaran Wayang Kulit Daring, 7 Malam (sesuai Protokol Kesehatan Covid-19, red.) yang diadakan di Gedung Yayasan Ngesti Gondo komplek makam Gunung Kawi, Malang, Jatim, pada tanggal 19 – 25 Agustus 2020 dalam rangka Dirgahayu HUT NKRI ke-75 (17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2020) dan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram/Syuro 1442 H.

Diantara hasil kajian bahwa sejak Kemerdekaan NKRI 17 Agustus 1945, barulah hanya Gus Ton ini sajalah yang pernah memperingati Dirgahayu HUT NKRI dengan menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit Daring Terlama, 7 Malam. “Hal ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa, dan baru hanya Gus Ton sajalah yang menyelenggarakannya,” ungkap Sri Widayati senior Manager MURI.
Yusuf Husni ketua Kosgoro 1957 Jatim pun menyatakan kekagumannya atas sosok Gus Ton yang meraih tiga Rekor Dunia tersebut. “Selamat untuk Gus Ton atas Rekor Dunia yang diraih,” ungkap Yusuf Husni dimana organisasi Kosgoro 1957 yang didirikan sejak 10 November 1957, tidak lama lagi juga akan merayakan HUT-nya yang ke-63 ini.
Dua Rekor Dunia yang lain diraih Gus Ton dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (LEPRID) yang dipimpin Paulus Pangka, yang datang langsung untuk menyerahkan Rekor Dunia tersebut kepada Gus Ton. Rekor Dunia yang dari LEPRID, pertama adalah Gus Haji Mas Sulthon, Rekor Dunia Mahakarya Pagelaran Wayang Kulit Online Virtual 7 Malam (19 Agustus 2020 – 25 Agustus 2020).
Sedangkan penghargaan Rekor Dunia dari LEPRID yang kedua untuk Gus Ton dengan tingkatan yang lebih tinggi dan sepanjang umur, “abadi”, adalah LIFETIME ACHIEVEMENT AWARD: Mahakarya Kebudayaan Sebagai Insan Indonesia Yang Konsisten Dan Kontinyu Serta Berkomitmen Tinggi Terhadap Seni Budaya Wayang Kulit Melalui Pagelaran Wayang Kulit Setiap Bulan Dengan Melibatkan Para Dalang. Sehingga dalam satu hari, Gus Ton mendapatkan tiga Rekor Dunia, membuat “hattrick” Rekor Dunia.
Dalam penyerahan Rekor Dunia tersebut pada waktu pagi disaksikan berbagai tokoh nasional maupun tokoh Jawa Timur, juga sejumlah pejabat terkait, dengan pelaksanaan sesuai Protokol Kesehatan Covid-19. Namun juga disiarkan secara virtual online oleh DG Channel dan enam channel lainnya, yang disaksikan juga dari penggemar wayang kulit dari berbagai negara termasuk dari Australia, Jerman, Belanda dan lain-lain.
“Soal wayang kulit ini maupun kegiatan yang lain, saya tidak ada niat mendapat penghargaan,” ungkap Gus Ton, namun kegiatannya itu dipantau dan dikaji oleh Pak Paulus Pangka dari lembaga LEPRID hingga diapresiasi bahwa Gus Ton diberi penghargaan Rekor Dunia tersebut. Rekor Dunia tersebut dengan harapan juga bisa mempengaruhi pihak-pihak lain agar lebih peduli kepada seni budaya asli Indonesia, seni budaya asli Jawa, wayang kulit. Harapan yang sama juga disampaikan Camat Trawas Agus.
Sedangkan Paulus Pangka dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya telah mencatat lebih dari empat ribu (4.000) Rekor Dunia, namun Gus Ton termasuk yang paling luar biasa. “Luar biasa bukan karena ‘nanggap’ wayang kulit secara virtual online tujuh malam, namun karena kepedulian yang luar biasa terhadap seni budaya Jawa wayang kulit, yang juga menjadi kepedulian se-Indonesia, bahkan kepedulian se-Dunia,” tegas Paulus Pangka yang menangkap perspektif luar biasa pada diri Gus Haji Mas Sulthon.
Tak mengherankan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang merupakan orang terkuat ke-4 di Indonesa pun memberikan ucapan selamat atas tiga Rekor Dunia yang didapat Gus Ton. (Siswahyu).






