
LUMAJANG, Sekilasmedia.com- Seiring berjalanya waktu, semakin maju perkembangan jaman, apalagi adanya kemunculan wisata-wisata yang ada di Dusun Jagokereng, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Sebagai contoh tempat tersebut adalah destinasi wisata panorama puncak seriti, (17/10/2020).
Program pembangunan wisata panorama di tempat tersebut adalah inovasi dari salah satu pemuda Dusun jagokereng. Destinasi wisata itu bisa menghipnotis imajinasi para pengunjung saat berada dipuncak. Secara tidak sengaja mengharuskan pengunjung untuk memandang kearah indahnya Kecamatan Pronojiwo dari atas, dan juga segarnya alami udara pedesaan yang masih terjaga hal itu menambah suasana yang membuat pengunjung enggan untuk beranjak dari tempat tersebut.
Salah satu Warga yang bernama Isnaeni Selaku TPID (team pelaksana inovasi desa) di Dusun Jagokereng mengutarakan bahwa, dalam pembangunan tersebut bukan hanya sekedar mencari keuntungan individual, namun inovasi yang disalurkan terkait pembangunan wisata puncak seriti tersebut, guna kepentingan bersama dikarenakan dalam program itu tidak ada yang di rugikan atau menguntungkan salah satu pihak.
“Saya selaku kelompok inovasi Dusun jagokereng ingin menginovasikan proyek pembangunan wisata, inovasi tersebut saya sampaikan pada KASUN (Kepala Dusun), dan disetujui. Dalam pembangunan wisata tersebut hanyalah semata mata bertujuan untuk mensejahterakan Masyarakat Dusun Jagokereng dan sekaligus memberi peluang kesempatan bekerja bagi anak muda yang pengangguran,” Ujarnya
Dia juga menambahkan, suatu program pembangunan lain, yang bertujuan untuk memberikan kasejahteraan maupun lapangan kerja bagi Masyarakat kususnya Jagokereng masih terpikir, inovasi tersebut adalah sebuah program pembangunan berbentuk pasar mini bisa juga disebut angkringan. Dengan itu bagi para kelompok pemuda yang belum mempunyai pekerjaan bisa mendapatkan tempat tersendiri untuk menyalurkan bakat berjualan ataupun kuliner, dll. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 yang menghancurkan lapangan pekerjaan saat ini. Tetapi ia meragukan dengan planingnya, ia memikirkan dampak buruknya yang berimbas kepada dirinya sendiri, seperti yang terjadi sebelumnya, dimana Isnaini mendapati kecaman dan fitnaan dari berbagai kalangan.
“Sebetulnya masih ada inovasi yang bisa mengembalikan keadaan dimana sulitnya mencari lapangan pekerjaan, tapi mungkin itu hanya mimpi. Karena dalam pembangunan wisata puncak seriti saja, saya banyak mendapatkan fitnaan atau salah paham,” Ungkapnya.
KASUN (Kepala Dusun) Jagokereng Sayful juga ikut serta mengatakan bahwa, awal mula pembangunan puncak seriti pertengahan 2019, yang kebanyakan mengakui dimana tempat tersebut sangat bagus diperuntukan sebagai ajang perburuan bagi penikmat sunset maupun sunrise, dikarenakan tinggi puncak tersebut kurang lebih mencapai 700 mdpl, bukan hanya sebagai tempat selfi dan tempat memanjakan mata, lokasi tersebut juga bisa untuk para pendaki yang ingin nge camp pada lokasi tersebut.
“puncak sriti pertama kali di buka pertengahan 2019, wisata ini sangat cocok untuk berburu sunset
dengan ketinggian +-700 mdpl, di sini juga bisa untuk camp,” Kata Sayaul saat mendapati pertanyaan dari salah satu awak media.
“Dengan dibukanya wisata di tempat ini, saya berharap bisa mensejahterakan Masyarakat kususnya Dusun Jagokereng, yang saat ini perekonomian Masyarakatnya sedang menurun, selain itu juga bisa memberikan lahan pekerjaan, guna memulihkan perekonomiannya demi tahap,” Pungkasnya. (Hanif)





