Daerah

BAPAK ANAK KORBAN EMOSI, DUA PELAKU DIBEKUK POLISI 

×

BAPAK ANAK KORBAN EMOSI, DUA PELAKU DIBEKUK POLISI 

Sebarkan artikel ini

Tabanan Bali,Sekilasmedia.com-
Mengalami luka bocor kepala, setelah dikeroyok dua orang tak dikenal, tukang jahit di Jalan Anyelir XII Tabanan, Ustadi (45) langsung melapor ke Polsek Tabanan.

Kapolsek Tabanan, Kompol I Gede Made Surya Atmaja, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan masuk terkait pengeroyokan. Dan laporan kejadian, oleh pihaknya telah dikembangkan serta melakukan penyelidikan, akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut.

” Kami berhasil menangkap dua orang tersangka, yang diduga sebagai pengeroyokan, ” ujar Kapolsek Tabanan, Selasa (2/10).

Dijelaskan, korban dalam kasus ini, selain Ustadi, juga menimpa anaknya, Moh Febrian Soleh (14), dan seorang teman anaknya, Marsuki (18).

Korban Ustadi mengalami luka terbuka di bagian kepala. Sementara anaknya Soleh luka memar di punggung, sedangkan Marsuki mengalami luka bengkak punggung tangan kanan dan lecet di mata kiri.

BACA JUGA :  Polsek Lodoyo Timur Berikan Himbauan Kamtibmas Lewat Sambang Desa dan Kopi Keliling

Dalam kasus ini, polisi menangkap dua tersangka masing-masing Aris
Sunandar (19) yang tinggal di Jalan Ngurah Rai, Gang Mawar II Banjar Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri. Dan juga I Putu Merta Diatmika (29) asal Karangasem, menetap di Banjar Sanggulan, Desa Banjar
Anyar, Kediri.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Sabtu, 28 September 2018, sekitar pukul 23.30, yang oleh korban dilaporkan keesokan hari, Minggu, 30 September 2018.

Lebih lanjut dijelaskan, krinologi berawal saat Ustadi baru pulang dari membeli kain di Denpasar. Sebelum masuk ke kamar, dia sempat melihat anaknya Soleh, bersama temannya di dalam kamar. Namun, saat hendak ingin menggati baju yang dikenakan, dirinya dikagetkan dengan suara orang ribut ribut di ruang tamu rumahnya.

Ketika ditengok keluar, ternyata sumber keributan terjadi pada anaknya dengan dua orang pelaku yang tidak kenal. Ia pun berusaha melerai, namun salah seorang pelaku memukul dadanya. Mendapat perlakuan kasar, ia pun melarikan diri keluar, namun oleh pelaku tetap dikejar, sembari membawa sepotong kayu balok (usuk) yang ditemukan di halaman rumahnya dan langsung dipukulkan ke kepala Ustadi hingga berdarah.

BACA JUGA :  Pesan Bupati Sidoarjo di Musyda Ke-12 Aisyiyah

Kemudian korban Usyadi lari ke rumah tetangga untuk minta tolong, yang selanjutnya oleh beberapa tetangga dirinya dibawa ke rumah sakit.

Dalam peristiwa itu ternyata pelaku juga melakukan pemukulan dengan
menggunakan tangan dan sepotong kayu balok terhadap Soleh dan Marsuki.

Dari introgasi yang dilakukan pihak Polisi terhadap tersangka Aris dan memgakui telah melakukan aksi penganiayaan dilatarbelakangi rasa jengkel.

” Ngakunya sih emosi. Lantaran mendapati adik perempuannya di dalam satu kamar dengan Soleh, Marsuki, dan tiga orang teman lainnya, ” tutup Kapolsek. (son)