
Batu, Sekilasmedia.com – Permasalahan sampah rupanya juga menjadi bahasan menarik dalam kegiatan Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Pra-Musrenbang) Tingkat Kecamatan Junrejo, Kamis (18/02) di Pendopo Prajaseto Kecamatan Junrejo Kota Batu.
Dimana Pra Musrenbang tersebut dibuka secara langsung oleh Camat Junrejo, Dian Saraswati, SE, MM. dan dimoderatori Sekretaris Camat Junrejo Heri Wibowo Laksono, S.STP.
Heri wibowo menjelaskan bahwa untuk usulan dari masing-masing desa atau kelurahan tadi yang saya rangkum, nanti akan kami pilah-pilah menjadi skala prioritas.
“Kebanyakan usulan dari masing-masing desa atau kelurahan masih di bidang infrastruktur, pembangunan fisik dan ini baru pra musrenbang menampung seluruh pengajuan-pengajuan dari desa atau kelurahan, mana-mana yang perlu kita prioritaskan” terang Heri.
Heri berharap nantinya akan ada musrenbang dan penetapan yang akan menjadi program pembangunan yang direalisasikan di tahun 2022.
Sementara itu menurut Wakil ketua DPRD Kota Batu, Sampurno menyampaikan bahwa sampah sekarang sudah menjadi permasalahan yang perlu segera diselesaikan di Kecamatan Junrejo.
“Mohon perhatian, kita harus mulai memikirkan sampah karena ternyata sampah ini tidak hanya menjadi permasalahan masyarakat yang ada di kota saja, namun sudah melanda di kecamatan seperti Kecamatan Junrejo” katanya.
Lebih lanjut menurut Sampurno bahwa sampah masih menjadi masalah klasik yang harus mendapat perhatian khusus baik dari pemerintah, swasta maupun masyarakat.
Menurut Politisi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Dapil Junrejo, menyimpulkan bahwa mayoritas sampah yang dihasilkan dari masyarakat, merupakan sampah rumah tangga yang tersebar di sejumlah desa atau kelurahan.
“Masyarakat membuang kerap sampah sembarangan di sungai atau pinggir jalan. Tumpukan sampah menggunung di sungai menganggu aliran air. Hal ini menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir selama musim penghujan. Pengelolaan sampah dengan konsep 3R (reuse, reduce dan recycle) dapat dijadikan solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup” tegasnya. (BAS)





