
Batu, Sekilasmedia.com – Camat Junrejo, Dian Saraswati menyampaikan semua usulan program desa/ kelurahan tidak semuanya bisa ditampung, dalam kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dipelaksanaan tahun 2022 mendatang.
Dian Saraswati memaparkan, terdapat 78 usulan prioritas, dan dari jumlah itu terhimpun dari usulan program desa/ kelurahan yang ada di Kecamatan Junrejo untuk program tahun 2022 mendatang. Dalam kegiatan Musrenbang tahun 2021 yang digelar di kantor Kecamatan Junrejo kali ini, Dian juga merinci rata- rata ada 40 usulan dari pihak desa/ kelurahan.
“Namun tak semuanya ditampung, karena harus melewati seleksi program prioritas dimasa pandemi Covid-19. Karena program prioritas di tahun 2022 tersebut, diambil dari sejumlah 11 program ditiap desa/kelurahan. Program yang ditampung dalam musrenbang dipilah berdasarkan kebutuhan anggaran bernilai besar dan pengerjaannya lebih kompleks,” terang Dian, Rabu (24/2).
Lebih jauh ia menjelaskan, usulan tersebut nantinya akan diverifikasi dan validasi bersama dengan Bappelitbangda dan Kecamatan. Selanjutnya, akan diteruskan ke masing – masing OPD. Ia juga menyebutkan, dari sejumlah 78 usulan yang disusun dalam Musrenbang Kecamatan Junrejo, masih didominasi terkait pengerjaan infrastruktur.
“Itu seperti halnya perbaikan plengsengan ambrol di Desa Mojorejo. Kemudian pembenahan jalan berlubang di Desa Torongrejo, serta pembangunan gorong-gorong, dan sudetan di sekitar simpang lima Desa Junrejo, hingga Kelurahan Dadaprejo. Ketika banjir air dari simpang lima Junrejo yang berada di wilayah atas, meluap hingga ke Kelurahan Dadaprejo. Perlu dibikin gorong-gorong dan sudetan,” urainya.
Camat Junrejo ini kembali menegaskan, ada sekitar 60 persen bertumpu pada pembangunan fisik. Pembangunan fisik ini dilakukan untuk perbaikan kerusakan dampak bencana dan kebutuhannya mendesak. Selain itu, terdapat lima program andalan Kecamatan Junrejo. diantaranya mengoptimalkan peran trantib di masa pandemi. Ia mengatakan, Kordinasi lintas Muspika juga telah dilakukan untuk mengoptimalkan peran trantib.
“Selain itu, pada pemenuhan hak dasar seperti kesehatan dan pendidikan, terkait rencana pembangunan SMPN 7 Kota Batu. Kalau tidak 2021 mungkin tahun 2022, sekolah ini akan dibangun. Program lainnya mengenai potensi pengembangan UMKM di Kecamatan Junrejo. Hal ini selaras dengan program pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Dian Saraswati menambahkan, terkait pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan yakni, di masing-masing desa harus ada TPS3R untuk mengajak masyarakat agar melakukan program pilah sampah dari rumah.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko menilai usulan desa/kelurahan di Kecamatan Junrejo adalah hal yang sangat dibutuhkan masyarakat. Meski, Kata Dewanti, tidak semua usulan dari desa kelurahan bisa diakomodir karena harus ada verifikasi dan validasi.
“Itu mana yang didahulukan di masa pandemi ini. Karena ada dua aspek terpenting saat ini yakni, pemulihan ekonomi dan kesehatan. Kemudian pembangunan yang sangat urgent dan memang dibutuhkan,” jelas Walikota Batu yang akrab disapa Bude.
Seiring hal tersebut, Bude juga mendorong agar ada pengembangan UMKM di Kecamatan Junrejo. Ia menilai, kualitas produk UMKM yang dihasilkan sangat bagus sehingga optimis bisa tembus ke pasar ekspor.
“Beberapa produk UMKM yang dihasilkan seperti kriya kayu maupun keranjang anyaman berbahan plastik. Kalau bisa keranjang anyamannya pakai bahan dari alam, seperti halnya daun pandan. Saya menyarankan Juga bikin – bikin pot anyaman. Sekarang orang- orang senang menanam. Untuk perizinan ekspor itu ada di pusat, kami akan membantu memfasilitasi mengurus izin ekspornya,” pungkas Dewanti. (BAS)






