
LUMAJANG- Sekilasmedia.Com,
Warga Desa Supiturang, Kec. Pronojiwo Kab. Lumajang, telah dibuat gempar karena mudah termakan isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan (Isu Penculikan Anak), sehingga, Selasa (30/10/2018) malam seorang nenek (Miss.x) yang tidak diKetahui nama serta idenstitasnya, babak belur dan mengalami luka sobek pada bagian dahi kanan atas akibat amukan masa yang termakan isu penculikan anak.
Menurut keterangan salah satu warga setempat yang melarang namanya untuk dimediakan, sekitar jam 06.30 Wib, seorang nenek sebut saja Miss.x sedang diintrograsi warga sembari dipukuli pakai bogem mentah karena hanya karena alasan Miss X saat ditanya berbelit-belit.
“Nenek itu ditanya warga dan sesekali dibogem oleh warga mas, mungkin dikira pelaku penculik anak”,Ujar Warga yang namanya tidak mau dikorankan.
Beruntung saat kejadian tersebut berlangsung, tak lama kemudian lewat mobil petugas patroli Sektor Tempursari sedang melintas, dan langsung berhenti untuk memastikan adanya krumunan warga tersebut, mengetahui hal tersebut petugas kepolisian segera mengamankan Miss.x , dan juga memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mudah main hakim sendiri, terlebih menyikapi isu penculikan anak.
“Untung ada mobil patroli polsek tempursari lewat, sehingga aksi tersebut segera berakhir”,Tambahnya.
Sementara itu Kanit Reskrim polsek Pronojiwo, Bripka. Pornomo Widyarto, saat dikonfirmasi via cellularnya membenarkan adanya kejadian tersebut, pihaknya memastikan bahwa ibu tua yang menjadi korban salah sasaran warga adalah salah seorang tunawisma yang sering bermalam di TKP aksi pemukulan warga.
“Benar mas, kemarin pak Kades Supiturang sempat menghubungi saya, yang katanya warganya resah atas isu penculikan anak, sehingga kejadian pemukulan terhadap wanita tunawisma itu harus terjadi”,Terangnya
Lebih lanjut pihak Polsek pronojiwo melalui Bripka. Pornomo Widyarto juga menghimbau kepada Semua masyarakat agar jangan mudah termakan issu berita HOAX terlebih soal Berita penculikan anak, agar tidak menambah korban yang tidak bersalah.
“Masyarakat harus cerdas dalam menyikapi setiap permasalahan, jangan mudah Terprofokasi terlebih soal issu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan”, Pungkasnya”, (Shelor).






